Banyak ibu menyusui mencari informasi dengan kata kunci “puting lepas?” setelah mengalami puting yang sangat lecet atau terluka saat menyusui maupun memompa ASI. Bahkan, ada cerita yang beredar bahwa puting lecet kemudian dipompa hingga “putingnya lepas” dan terlihat seperti tidak memiliki puting lagi.

Mendengar cerita seperti ini tentu membuat ibu merasa takut. Namun, apakah puting benar-benar bisa lepas akibat menyusui atau penggunaan breast pump?

Puting lecet bukanlah hal yang harus dianggap normal. Nyeri adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki agar perjalanan menyusui tetap nyaman bagi ibu dan bayi.

Apakah Puting Bisa Benar-Benar Lepas?

Kondisi ini sangat jarang terjadi, tetapi luka pada puting dapat menjadi sangat berat apabila tidak segera ditangani.

Pada umumnya, yang terjadi bukan seluruh puting terlepas, melainkan:

  • Kulit puting mengalami lecet berat.
  • Lapisan kulit puting mengelupas.
  • Terjadi luka terbuka.
  • Puting mengalami robekan.
  • Jaringan puting mengalami kerusakan akibat gesekan atau tekanan yang terus-menerus.

Pada kondisi yang sangat berat, puting dapat tampak seperti “hilang” karena jaringan yang mengalami kerusakan cukup luas. Kondisi seperti ini memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Mengapa Puting Bisa Lecet Hingga Sangat Parah?

Sebagian besar luka pada puting bukan disebabkan oleh ASI atau proses menyusui itu sendiri, melainkan karena adanya masalah pada teknik menyusui atau penggunaan alat.

Beberapa penyebab yang paling sering terjadi adalah:

1. Pelekatan Menyusui yang Kurang Tepat

Ini merupakan penyebab paling umum.

Jika bayi hanya mengisap bagian puting tanpa memasukkan sebagian besar areola ke dalam mulut, tekanan akan terpusat pada puting sehingga mudah menimbulkan lecet.

2. Ukuran Corong Breast Pump Tidak Sesuai

Corong pompa yang terlalu kecil dapat menggesek puting secara terus-menerus.

Sebaliknya, corong yang terlalu besar juga dapat menarik terlalu banyak jaringan areola sehingga menyebabkan nyeri dan luka.

3. Pengaturan Hisapan Pompa Terlalu Kuat

Banyak ibu mengira bahwa semakin kuat hisapan pompa, semakin banyak ASI yang keluar.

Padahal, penggunaan level hisapan yang terlalu tinggi justru dapat menyebabkan:

  • Lecet.
  • Bengkak.
  • Perdarahan ringan.
  • Luka pada puting.

4. Puting Sudah Lecet tetapi Tetap Dipompa Tanpa Penanganan

Ketika puting sudah mengalami luka, penggunaan pompa secara terus-menerus tanpa evaluasi penyebab dapat memperparah kerusakan jaringan.

Tanda Puting Sudah Mengalami Luka Berat

Segera hentikan penggunaan pompa sementara dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila muncul tanda seperti:

  • Luka terbuka.
  • Perdarahan yang tidak berhenti.
  • Puting tampak robek.
  • Nyeri yang sangat hebat saat menyusui.
  • Keluar cairan berbau tidak sedap.
  • Puting tampak berubah bentuk secara drastis.
  • Demam atau tanda infeksi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Puting Sangat Lecet?

1. Perbaiki Teknik Menyusui

Pastikan bayi melekat dengan benar agar tekanan tidak hanya berada pada puting.

2. Evaluasi Ukuran Corong Breast Pump

Gunakan ukuran flange yang sesuai dengan diameter puting untuk mengurangi gesekan.

3. Kurangi Hisapan Pompa

Pilih tingkat hisapan yang tetap nyaman. Hisapan yang nyaman lebih penting daripada hisapan yang terlalu kuat.

4. Jaga Kebersihan Luka

Cuci tangan sebelum menyentuh area payudara dan jaga puting tetap bersih serta kering.

5. Konsultasikan dengan Tenaga Kesehatan

Apabila luka cukup berat atau tidak membaik, segera periksakan diri ke dokter atau konselor laktasi agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Apakah Masih Boleh Menyusui?

Pada banyak kasus puting lecet ringan hingga sedang, ibu masih dapat menyusui dengan memperbaiki posisi dan pelekatan bayi.

Namun, jika luka sangat berat atau terasa sangat nyeri, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi terlebih dahulu untuk menentukan cara terbaik mempertahankan pemberian ASI sekaligus membantu proses penyembuhan.

Cara Mencegah Puting Lecet

Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah luka pada puting antara lain:

  • Pastikan pelekatan menyusui sudah benar.
  • Gunakan breast pump dengan ukuran flange yang sesuai.
  • Hindari menggunakan hisapan pompa yang terlalu kuat.
  • Jangan menunggu hingga payudara sangat penuh sebelum menyusui atau memompa.
  • Segera cari bantuan apabila mulai muncul rasa nyeri saat menyusui.

Breast Care dan Konseling Laktasi di Perina Mom and Baby Spa

Di Perina Mom and Baby Spa, kami memahami bahwa proses menyusui tidak selalu berjalan mulus. Oleh karena itu, kami menyediakan layanan Breast Care untuk membantu ibu merasa lebih nyaman selama masa menyusui.

Selain perawatan payudara, ibu juga dapat memperoleh edukasi mengenai teknik menyusui, cara memompa ASI dengan benar, serta tips menjaga kesehatan payudara agar proses menyusui berjalan lebih nyaman.

Catatan: Apabila puting mengalami luka berat, robekan, perdarahan, atau dicurigai terjadi infeksi, kami akan menyarankan ibu untuk segera berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani perawatan.

Kesimpulan

Cerita mengenai “puting lepas” memang terdengar menakutkan, tetapi kondisi tersebut sangat jarang terjadi. Sebagian besar kasus diawali oleh puting lecet yang tidak segera ditangani, pelekatan menyusui yang kurang tepat, atau penggunaan breast pump yang tidak sesuai.

Jika ibu mulai merasakan nyeri saat menyusui atau memompa ASI, jangan abaikan. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah luka menjadi lebih berat dan menjaga proses menyusui tetap nyaman.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.