Memberikan Air Susu Ibu (ASI) adalah momen berharga yang mempererat ikatan antara ibu dan bayi. Namun, tidak sedikit ibu yang mengalami puting lecet, nyeri saat menyusui, atau merasa ASI belum keluar dengan optimal. Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah perlekatan menyusui yang belum tepat.

Padahal, perlekatan yang baik tidak hanya membuat proses menyusui lebih nyaman, tetapi juga membantu bayi mendapatkan ASI secara optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Lalu, seperti apa perlekatan menyusui yang benar? Simak penjelasannya berikut.


Apa Itu Perlekatan Menyusui?

Perlekatan menyusui (latch) adalah cara bayi menempel pada payudara ibu saat menyusu. Perlekatan yang baik memungkinkan bayi mengisap ASI secara efektif tanpa menyebabkan rasa sakit pada ibu.

Menurut World Health Organization (WHO), keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh posisi ibu dan bayi serta perlekatan yang benar sejak awal kehidupan.

“Good positioning and attachment are necessary for effective breastfeeding.”
World Health Organization (WHO), Breastfeeding Counselling: A Training Course

Artinya, posisi dan perlekatan yang baik merupakan dasar agar proses menyusui berjalan efektif dan nyaman bagi ibu maupun bayi.


Mengapa Perlekatan Menyusui Sangat Penting?

Perlekatan yang tepat memberikan banyak manfaat, baik bagi ibu maupun bayi.

Bagi Bayi

  • Mendapatkan ASI lebih optimal.
  • Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan.
  • Mengurangi risiko bayi menelan terlalu banyak udara saat menyusu.
  • Mendukung kenaikan berat badan sesuai usia.
  • Membantu bayi menyusu lebih efisien.

Bagi Ibu

  • Mengurangi risiko puting lecet.
  • Membantu payudara kosong lebih efektif sehingga produksi ASI tetap terjaga.
  • Mengurangi risiko bendungan ASI.
  • Menurunkan risiko saluran ASI tersumbat maupun mastitis.
  • Membuat proses menyusui terasa lebih nyaman.

Tanda-Tanda Perlekatan Menyusui yang Benar

Berikut beberapa ciri perlekatan menyusui yang baik:

  • Mulut bayi terbuka lebar sebelum menempel ke payudara.
  • Bibir bayi membuka ke arah luar (seperti “mencucu keluar”).
  • Sebagian besar areola, terutama bagian bawah, masuk ke dalam mulut bayi.
  • Dagu bayi menempel pada payudara.
  • Hidung bayi tetap bebas sehingga dapat bernapas dengan nyaman.
  • Isapan bayi terasa kuat tetapi tidak menimbulkan nyeri.
  • Terdengar suara bayi menelan ASI secara teratur.
  • Setelah menyusu, bayi tampak puas dan rileks.

Tanda Perlekatan Menyusui Kurang Tepat

Sebaliknya, perlekatan yang kurang baik biasanya ditandai dengan:

  • Puting terasa sangat nyeri selama menyusui.
  • Puting lecet atau berdarah.
  • Bayi hanya mengisap bagian puting.
  • Terdengar bunyi “klik” saat bayi menyusu.
  • Bayi mudah melepas payudara.
  • Bayi tampak masih lapar setelah menyusu.
  • Berat badan bayi sulit naik sesuai harapan.

Apabila kondisi ini terus berlanjut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi.


Cara Memperbaiki Perlekatan Menyusui

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu memperbaiki perlekatan:

1. Pastikan Posisi Ibu Nyaman

Gunakan bantal bila diperlukan agar punggung, bahu, dan lengan tidak mudah pegal.

2. Dekatkan Bayi ke Tubuh Ibu

Posisi kepala, leher, dan badan bayi sebaiknya berada dalam satu garis lurus menghadap payudara.

3. Tunggu Mulut Bayi Terbuka Lebar

Sentuhkan puting ke bibir atas bayi hingga ia membuka mulut lebar seperti menguap.

4. Arahkan Bayi ke Payudara

Dekatkan bayi ke payudara, bukan sebaliknya. Pastikan dagu bayi menyentuh payudara terlebih dahulu sehingga sebagian besar areola dapat masuk ke mulut bayi.

5. Jangan Ragu Mengulang

Apabila terasa nyeri, hentikan isapan bayi dengan memasukkan jari kelingking secara perlahan ke sudut mulut bayi, kemudian coba kembali hingga mendapatkan perlekatan yang benar.


Posisi Menyusui yang Dapat Dicoba

Setiap ibu memiliki posisi favorit yang berbeda. Beberapa posisi yang umum digunakan antara lain:

  • Cradle hold, posisi klasik dengan kepala bayi berada di lipatan siku.
  • Cross-cradle hold, cocok untuk bayi baru lahir karena memberi kontrol lebih baik pada kepala bayi.
  • Football hold, sering dianjurkan setelah operasi sesar atau pada ibu dengan payudara besar.
  • Side-lying position, nyaman digunakan saat menyusui pada malam hari atau ketika ibu membutuhkan istirahat.

Pilih posisi yang membuat ibu dan bayi sama-sama nyaman.


Kapan Harus Berkonsultasi?

Segera konsultasikan dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi apabila:

  • Puting lecet tidak membaik.
  • Nyeri saat menyusui terus berlangsung.
  • Bayi sulit menyusu.
  • Berat badan bayi tidak naik sesuai usianya.
  • Payudara terasa sangat nyeri, bengkak, atau disertai demam.

Semakin cepat masalah perlekatan dikenali, semakin besar peluang keberhasilan menyusui secara eksklusif.


Peran Perina Mom and Baby Spa dalam Mendukung Ibu Menyusui

Di Perina Mom and Baby Spa, kami memahami bahwa masa menyusui merupakan perjalanan yang penuh tantangan sekaligus kebahagiaan. Selain layanan untuk bayi, Perina juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan bayi, bonding, dan kenyamanan selama masa menyusui.

Bagi ibu yang mengalami payudara terasa penuh atau tidak nyaman, perawatan seperti lactation massage dapat membantu meningkatkan rasa nyaman dan mendukung kelancaran pengeluaran ASI. Namun, perlu diingat bahwa kelancaran menyusui tetap dipengaruhi oleh frekuensi menyusui, perlekatan yang baik, serta kondisi kesehatan ibu dan bayi.


Kesimpulan

Perlekatan menyusui merupakan salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan pemberian ASI. Dengan posisi dan perlekatan yang tepat, bayi dapat menyusu lebih efektif, sementara ibu terhindar dari nyeri, puting lecet, maupun berbagai masalah menyusui lainnya.

Apabila mengalami kesulitan selama proses menyusui, jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga kesehatan. Dukungan sejak dini dapat membantu ibu menjalani proses menyusui dengan lebih nyaman dan percaya diri.


FAQ Seputar Perlekatan Menyusui

Apakah puting lecet selalu disebabkan oleh perlekatan yang salah?

Tidak selalu. Namun, perlekatan yang kurang tepat merupakan penyebab paling umum puting lecet pada ibu menyusui.

Apakah bayi harus memasukkan seluruh areola ke dalam mulut?

Tidak. Bayi tidak harus memasukkan seluruh areola karena ukuran areola setiap ibu berbeda. Yang terpenting adalah bayi memasukkan sebagian besar areola, terutama bagian bawah, sehingga isapan terjadi pada jaringan payudara, bukan hanya pada puting.

Bagaimana cara mengetahui bayi mendapatkan ASI yang cukup?

Beberapa tandanya antara lain bayi tampak puas setelah menyusu, buang air kecil sesuai usianya, terdengar suara menelan saat menyusu, dan berat badan bertambah sesuai pemantauan tenaga kesehatan.

Apakah lactation massage dapat menggantikan perlekatan yang benar?

Tidak. Lactation massage dapat membantu meningkatkan kenyamanan ibu, tetapi tidak menggantikan pentingnya perlekatan menyusui yang baik sebagai dasar keberhasilan pemberian ASI.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.


Referensi

  • World Health Organization. Breastfeeding Counselling: A Training Course. Geneva: WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789241511230
  • World Health Organization. Infant and Young Child Feeding.
  • UNICEF. Breastfeeding: A Mother’s Gift, for Every Child.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Pemberian ASI dan Menyusui.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).