Tangisan adalah cara utama bayi berkomunikasi. Saat bayi sering menangis, banyak orang tua langsung merasa cemas dan bertanya-tanya apakah si kecil sedang sakit atau mengalami masalah tertentu.
Padahal, menangis merupakan bagian normal dari perkembangan bayi, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupan. Melalui tangisan, bayi memberi tahu bahwa ia lapar, mengantuk, merasa tidak nyaman, atau membutuhkan perhatian dari orang tuanya.
Lalu, bagaimana membedakan tangisan yang normal dengan tangisan yang perlu diwaspadai? Simak penjelasan lengkap berikut.
Apakah Bayi Sering Menangis Itu Normal?
Ya, bayi sering menangis merupakan kondisi yang normal, terutama pada bayi baru lahir hingga usia sekitar 3 bulan.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi sehat dapat menangis selama 1–3 jam dalam sehari. Tangisan biasanya meningkat pada usia sekitar 2–6 minggu, kemudian perlahan berkurang setelah usia 3–4 bulan.
“All newborns cry and get fussy sometimes. It is normal for young babies to spend 1 to 3 hours a day crying.”
— American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org)
Artinya, bayi yang sehat pun dapat menangis setiap hari sebagai bagian dari proses adaptasi dan cara mereka berkomunikasi dengan lingkungan.
Penyebab Bayi Sering Menangis
Ada banyak alasan mengapa bayi sering menangis. Berikut beberapa penyebab yang paling umum.
1. Lapar
Lapar merupakan penyebab paling sering bayi menangis.
Perhatikan tanda awal lapar seperti membuka mulut, mengisap tangan, menjulurkan lidah, atau mencari puting (rooting reflex). Menyusui sebelum bayi menangis biasanya akan lebih mudah dilakukan.
2. Popok Basah atau Kotor
Sebagian bayi merasa tidak nyaman ketika popoknya basah atau penuh sehingga akan menangis sebagai tanda membutuhkan penggantian popok.
3. Mengantuk
Bayi yang terlalu lelah justru sering kali sulit tidur dan menjadi lebih rewel.
Rutinitas tidur yang konsisten dapat membantu bayi lebih mudah beristirahat.
4. Ingin Digendong dan Merasa Aman
Bayi baru lahir masih beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim. Sentuhan, pelukan, dan suara orang tua memberikan rasa aman sehingga dapat membantu menenangkan bayi.
5. Gas atau Perut Tidak Nyaman
Udara yang tertelan saat menyusu dapat menyebabkan perut terasa penuh sehingga bayi menjadi rewel.
Membantu bayi bersendawa setelah menyusu sering kali dapat mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.
6. Suhu Lingkungan
Bayi dapat menangis apabila merasa terlalu panas atau terlalu dingin.
Pastikan pakaian bayi sesuai dengan suhu lingkungan dan tidak berlebihan.
7. Terlalu Banyak Rangsangan
Suara keras, cahaya terang, atau terlalu banyak orang yang mengajak bermain dapat membuat sebagian bayi merasa kewalahan sehingga menjadi lebih mudah menangis.
Apa Itu Purple Crying?
Pada sebagian bayi, terdapat fase yang dikenal sebagai PURPLE Crying, yaitu periode ketika bayi menangis lebih sering tanpa penyebab yang jelas.
Kondisi ini biasanya mulai muncul pada usia sekitar 2 minggu, mencapai puncaknya pada usia 6–8 minggu, dan berangsur membaik setelah usia 3–5 bulan.
PURPLE Crying bukan berarti bayi sakit atau orang tua melakukan kesalahan dalam merawatnya. Fase ini merupakan bagian dari perkembangan normal pada sebagian bayi.
Cara Menenangkan Bayi yang Sering Menangis
Berikut beberapa cara yang dapat dicoba untuk membantu menenangkan bayi.
1. Periksa Kebutuhan Dasarnya
Pastikan bayi tidak lapar, popoknya bersih, dan tidak merasa kepanasan atau kedinginan.
2. Gendong dan Peluk Bayi
Kontak kulit, pelukan, dan ayunan lembut dapat memberikan rasa aman bagi bayi.
3. Susui Bayi
Apabila bayi menunjukkan tanda lapar, segera berikan ASI atau susu sesuai kebutuhannya.
4. Sendawakan Setelah Menyusu
Hal ini membantu mengurangi udara yang terperangkap di lambung sehingga bayi lebih nyaman.
5. Ciptakan Lingkungan yang Tenang
Kurangi cahaya yang terlalu terang dan suara bising agar bayi lebih mudah menenangkan diri.
6. Lakukan Baby Massage
Pijatan bayi yang dilakukan dengan teknik yang tepat dapat membantu bayi merasa lebih rileks dan nyaman. Selain memberikan efek menenangkan, baby massage juga menjadi momen berkualitas untuk mempererat bonding antara orang tua dan bayi.
Perlu diingat, baby massage bukan merupakan terapi untuk mengatasi penyebab medis tertentu. Jika tangisan disebabkan oleh penyakit, bayi tetap memerlukan pemeriksaan dokter.
Kapan Bayi Sering Menangis Perlu Diwaspadai?
Segera konsultasikan dengan dokter apabila bayi sering menangis disertai salah satu kondisi berikut:
- Demam.
- Sulit menyusu.
- Muntah berwarna hijau atau berdarah.
- BAB berdarah.
- Tangisan bernada sangat tinggi dan tidak biasa.
- Bayi tampak lemas.
- Sesak napas.
- Berat badan tidak bertambah.
- Menangis terus-menerus selama berjam-jam dan sulit ditenangkan meskipun kebutuhan dasarnya telah terpenuhi.
Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan tidak ada penyebab medis yang mendasari.
Peran Orang Tua Saat Bayi Menangis
Menghadapi bayi yang terus menangis memang dapat melelahkan, terutama bagi orang tua baru.
Ingatlah bahwa menangis adalah cara bayi berkomunikasi, bukan karena ingin “nakal” atau memanipulasi orang tuanya. Respons yang hangat, penuh kesabaran, dan konsisten akan membantu bayi merasa aman sekaligus memperkuat ikatan emosional.
Apabila orang tua mulai merasa sangat lelah atau kewalahan, mintalah bantuan pasangan atau anggota keluarga untuk bergantian merawat bayi sejenak agar orang tua dapat beristirahat.
Dukungan Perina Mom and Baby Spa untuk Bayi dan Orang Tua
Di Perina Mom and Baby Spa, kami percaya bahwa kenyamanan bayi tidak hanya berasal dari perawatan, tetapi juga dari hubungan yang hangat dengan orang tua. Melalui layanan baby massage, baby spa, dan edukasi mengenai perawatan bayi, kami membantu orang tua memahami kebutuhan si kecil sesuai tahap perkembangannya.
Selain memberikan relaksasi, sesi baby massage juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk belajar mengenali respons bayi terhadap sentuhan, sehingga interaksi sehari-hari menjadi lebih menyenangkan.
Kesimpulan
Bayi sering menangis merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. Sebagian besar tangisan disebabkan oleh kebutuhan dasar seperti lapar, mengantuk, atau ingin merasa nyaman.
Selama bayi tetap aktif, menyusu dengan baik, dan tumbuh sesuai usianya, orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Namun, apabila tangisan disertai demam, muntah hijau, sulit menyusu, atau bayi tampak sangat lemas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
FAQ Seputar Bayi Sering Menangis
Apakah normal jika bayi menangis setiap malam?
Ya. Sebagian bayi mengalami periode lebih rewel pada sore atau malam hari. Selama bayi sehat dan tidak menunjukkan tanda bahaya, kondisi ini umumnya masih normal.
Mengapa bayi menangis setelah menyusu?
Beberapa penyebabnya antara lain masih lapar, perlu bersendawa, mengantuk, atau merasa tidak nyaman karena gas di saluran pencernaan.
Apakah menggendong bayi terus akan membuatnya manja?
Tidak. Pada bayi baru lahir, menggendong dan memberikan respons terhadap tangisan justru membantu membangun rasa aman serta ikatan emosional yang kuat dengan orang tua.
Apakah baby massage bisa membuat bayi lebih tenang?
Baby massage dapat membantu bayi merasa lebih rileks dan nyaman serta mendukung kualitas tidur pada sebagian bayi. Namun, apabila penyebab tangisan adalah kondisi medis, bayi tetap memerlukan pemeriksaan oleh dokter.
Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!
Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.
Referensi
- American Academy of Pediatrics. HealthyChildren.org – How to Soothe a Fussy Baby.
- National Center on Shaken Baby Syndrome. The Period of PURPLE Crying.
- World Health Organization. Nurturing Care for Early Childhood Development. Geneva: WHO; 2018.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Perawatan Bayi Baru Lahir.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
