Melihat bayi BAB hijau sering kali membuat orang tua merasa khawatir. Padahal, warna feses bayi dapat berubah-ubah tergantung usia, jenis makanan yang dikonsumsi, hingga proses pencernaan yang sedang berlangsung.
Dalam banyak kasus, BAB berwarna hijau masih termasuk kondisi yang normal, terutama pada bayi baru lahir atau bayi yang mendapatkan ASI. Namun, ada beberapa keadaan yang perlu mendapat perhatian lebih.
Lalu, apa penyebab BAB hijau pada bayi? Kapan kondisi ini masih normal dan kapan harus diperiksakan ke dokter? Simak penjelasan lengkap berikut.
Apakah Bayi BAB Hijau Itu Normal?
Ya, bayi BAB hijau bisa menjadi kondisi yang normal.
Warna feses bayi dapat bervariasi, mulai dari hitam, hijau, kuning, hingga cokelat, tergantung usia dan jenis asupan yang diterima.
Pada beberapa hari pertama setelah lahir, bayi akan mengeluarkan mekonium, yaitu feses berwarna hijau tua hingga kehitaman yang merupakan sisa cairan ketuban, lendir, dan sel-sel yang tertelan selama berada di dalam kandungan.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), variasi warna feses seperti kuning, cokelat, atau hijau umumnya masih dianggap normal pada bayi yang sehat.
“Almost all colors are normal, from yellow to green to brown.”
— American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org)
Artinya, feses bayi dapat memiliki berbagai warna, termasuk hijau, tanpa selalu menandakan adanya penyakit.
Penyebab Bayi BAB Hijau
Ada beberapa penyebab mengapa bayi BAB hijau, di antaranya:
1. Mekonium pada Bayi Baru Lahir
Pada 1–3 hari pertama kehidupan, bayi mengeluarkan mekonium yang memang berwarna hijau tua atau hitam kehijauan.
Ini merupakan proses normal sebelum feses berubah menjadi hijau kekuningan, lalu kuning keemasan pada bayi yang mendapatkan ASI.
2. Bayi Mendapatkan ASI
Pada bayi yang mendapat ASI eksklusif, warna BAB dapat bervariasi, termasuk kuning, kuning kehijauan, atau hijau.
Selama bayi menyusu dengan baik dan tumbuh sesuai usianya, kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
3. Foremilk Lebih Banyak daripada Hindmilk
Pada beberapa ibu menyusui, bayi mungkin mendapatkan lebih banyak foremilk (ASI awal yang lebih encer dan kaya laktosa) dibandingkan hindmilk (ASI akhir yang lebih kaya lemak).
Kondisi ini dapat menyebabkan BAB tampak lebih hijau dan berbusa pada sebagian bayi.
Apabila bayi mengalami hal ini, ibu dapat berkonsultasi dengan konselor laktasi untuk mengevaluasi teknik menyusui dan perlekatan.
4. Susu Formula
Beberapa jenis susu formula, terutama yang mengandung zat besi, dapat membuat warna BAB bayi menjadi lebih hijau.
Hal ini umumnya masih normal.
5. Mulai MPASI
Pada bayi yang sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), sayuran hijau seperti bayam atau brokoli dapat menyebabkan warna BAB berubah menjadi hijau.
6. Proses Pencernaan yang Cepat
Jika makanan bergerak lebih cepat melalui usus, empedu belum sempat berubah warna sepenuhnya sehingga BAB dapat tampak hijau.
Kapan Bayi BAB Hijau Perlu Diwaspadai?
Meskipun sering kali normal, bayi BAB hijau perlu mendapat perhatian apabila disertai:
- Demam.
- Diare yang sangat sering.
- BAB berlendir dalam jumlah banyak.
- BAB berdarah.
- Bayi tampak lemas.
- Tidak mau menyusu.
- Berat badan tidak bertambah.
- Muntah berulang.
- Tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, atau jumlah buang air kecil berkurang.
Gejala-gejala tersebut memerlukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah BAB Hijau Menandakan Infeksi?
Tidak selalu.
BAB hijau dapat terjadi karena berbagai penyebab yang tidak berbahaya. Namun, apabila disertai diare berat, demam, atau kondisi umum bayi menurun, dokter akan mempertimbangkan kemungkinan infeksi atau penyebab medis lainnya.
Diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan warna feses.
Cara Mengatasi Bayi BAB Hijau
Penanganan tergantung pada penyebabnya.
Bila Bayi Mendapatkan ASI
- Lanjutkan pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi.
- Pastikan bayi menyusu hingga satu payudara terasa kosong sebelum berpindah ke sisi lainnya agar mendapatkan foremilk dan hindmilk secara seimbang.
- Perhatikan teknik perlekatan menyusui.
Bila Bayi Menggunakan Susu Formula
Jangan mengganti susu formula tanpa berkonsultasi dengan dokter, terutama jika bayi tetap sehat dan berat badannya bertambah.
Bila Bayi Sudah MPASI
Perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dalam 1–2 hari terakhir. Sayuran hijau sering kali menjadi penyebab perubahan warna feses.
Apakah Baby Massage Bisa Mengatasi BAB Hijau?
Baby massage tidak mengubah warna BAB dan bukan merupakan terapi untuk mengatasi gangguan pencernaan.
Namun, pijatan bayi yang dilakukan dengan teknik yang tepat dapat membantu bayi merasa lebih rileks dan memberikan kenyamanan, terutama sebagai bagian dari rutinitas harian yang menyenangkan.
Di Perina Mom and Baby Spa, setiap sesi baby massage dilakukan sesuai usia dan kondisi bayi. Orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai tanda-tanda tumbuh kembang, pola BAB yang normal, serta kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Warna BAB Bayi yang Perlu Diwaspadai
Selain hijau, ada beberapa warna BAB yang memerlukan perhatian lebih, yaitu:
- Putih atau pucat, karena dapat berkaitan dengan gangguan aliran empedu.
- Merah, yang dapat menandakan adanya darah.
- Hitam setelah masa mekonium berakhir, karena dapat mengindikasikan perdarahan saluran cerna.
Apabila menemukan warna-warna tersebut, segera konsultasikan dengan dokter.
Kesimpulan
Bayi BAB hijau umumnya masih merupakan kondisi yang normal, terutama pada bayi baru lahir, bayi yang mendapatkan ASI, atau bayi yang mulai mengonsumsi MPASI.
Orang tua tidak perlu hanya berfokus pada warna BAB, tetapi juga memperhatikan kondisi umum bayi, pola menyusu, kenaikan berat badan, dan tanda-tanda bahaya lainnya. Jika BAB hijau disertai darah, demam, diare berat, atau bayi tampak lemas, segera periksakan ke dokter.
Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!
Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.
FAQ Seputar Bayi BAB Hijau
Apakah BAB hijau pada bayi ASI normal?
Ya. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dapat memiliki BAB berwarna kuning, hijau, atau kuning kehijauan dan masih dianggap normal apabila kondisi bayi baik.
Apakah susu formula membuat BAB bayi hijau?
Ya, beberapa jenis susu formula, terutama yang mengandung zat besi, dapat menyebabkan BAB berwarna hijau.
Apakah BAB hijau berarti bayi alergi susu?
Tidak selalu. Diagnosis alergi tidak dapat ditegakkan hanya dari warna BAB. Dokter akan menilai gejala lain seperti ruam, muntah, darah pada feses, atau gangguan pertumbuhan.
Kapan harus membawa bayi ke dokter?
Segera konsultasikan apabila BAB hijau disertai demam, darah pada feses, muntah berulang, diare berat, bayi sulit menyusu, tampak lemas, atau mengalami tanda-tanda dehidrasi.
Referensi
- American Academy of Pediatrics. HealthyChildren.org – Baby Poop: What’s Normal?
- World Health Organization. Infant and Young Child Feeding.
- American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2022.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Gangguan Saluran Cerna pada Bayi.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
