Puting berdarah saat menyusui merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami, terutama pada ibu yang baru melahirkan. Kondisi ini dapat membuat proses menyusui terasa nyeri dan menimbulkan kekhawatiran, baik bagi ibu maupun keluarga.

Pada sebagian besar kasus, puting berdarah disebabkan oleh teknik menyusui atau perlekatan bayi yang belum optimal. Namun, terkadang kondisi ini juga dapat berkaitan dengan infeksi atau masalah kesehatan lainnya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lalu, apa penyebab puting berdarah? Apakah ibu masih boleh menyusui? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkap berikut.


Apakah Puting Berdarah Saat Menyusui Normal?

Puting berdarah bukan merupakan kondisi yang diharapkan, tetapi cukup sering terjadi pada masa awal menyusui.

Penyebab yang paling umum adalah lecet akibat perlekatan bayi yang kurang tepat. Saat bayi hanya mengisap puting tanpa memasukkan sebagian besar areola ke dalam mulut, gesekan yang berulang dapat menyebabkan puting menjadi lecet hingga mengeluarkan sedikit darah.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), posisi dan perlekatan yang baik merupakan kunci utama untuk mencegah nyeri dan cedera pada puting selama menyusui.

“Pain beyond mild tenderness at the beginning of breastfeeding is not normal and often indicates problems with latch or positioning.”
American Academy of Pediatrics

Artinya, nyeri yang berlanjut atau disertai luka pada puting sering kali menandakan bahwa teknik menyusui perlu dievaluasi.


Penyebab Puting Berdarah

Berikut beberapa penyebab puting berdarah yang paling sering terjadi.

1. Perlekatan Menyusui yang Kurang Tepat

Ini merupakan penyebab paling umum.

Jika bayi hanya mengisap bagian puting tanpa memasukkan sebagian besar areola, gesekan akan lebih besar sehingga puting mudah lecet.


2. Posisi Menyusui yang Kurang Nyaman

Posisi tubuh ibu atau bayi yang kurang tepat dapat membuat proses menyusu menjadi tidak efektif dan meningkatkan tekanan pada puting.


3. Kulit Puting Kering atau Pecah-Pecah

Kulit yang sangat kering lebih mudah mengalami luka kecil hingga berdarah, terutama jika ibu sering membersihkan puting menggunakan sabun yang dapat menghilangkan minyak alami kulit.


4. Penggunaan Pompa ASI yang Tidak Tepat

Corong pompa ASI yang ukurannya tidak sesuai atau tekanan pompa yang terlalu kuat dapat menyebabkan lecet pada puting.


5. Infeksi Jamur atau Bakteri

Infeksi pada puting dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, luka yang sulit sembuh, bahkan perdarahan pada beberapa kasus.


6. Trauma atau Gesekan Berulang

Gesekan dari pakaian, bra yang terlalu ketat, atau penggunaan pelindung puting yang kurang sesuai juga dapat menyebabkan iritasi.


Apakah Bayi Boleh Tetap Menyusu Jika Puting Berdarah?

Pada sebagian besar kasus, ibu tetap dapat menyusui meskipun terdapat sedikit darah pada puting, selama ibu mampu menahan rasa nyeri dan tidak ada kondisi medis tertentu yang melarang.

Sedikit darah yang tertelan bayi umumnya tidak berbahaya. Bayi bahkan mungkin memuntahkan sedikit darah yang berasal dari puting ibu, bukan dari saluran cernanya.

Namun, apabila perdarahan cukup banyak, nyeri sangat hebat, atau terdapat tanda infeksi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi.


Cara Mengatasi Puting Berdarah

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mempercepat penyembuhan.

1. Perbaiki Teknik Menyusui

Pastikan bayi melekat dengan benar.

Tanda perlekatan yang baik meliputi:

  • Mulut bayi terbuka lebar.
  • Sebagian besar areola masuk ke mulut bayi.
  • Bibir bayi membuka ke luar.
  • Dagu menempel pada payudara.
  • Ibu tidak merasakan nyeri yang berlebihan.

2. Mulai Menyusui dari Payudara yang Tidak Terlalu Nyeri

Saat refleks pengeluaran ASI sudah berjalan, bayi biasanya mengisap dengan lebih lembut sehingga menyusui pada payudara yang lecet menjadi lebih nyaman.


3. Oleskan Beberapa Tetes ASI

Setelah menyusui, ibu dapat mengoleskan sedikit ASI pada puting dan membiarkannya mengering secara alami. ASI mengandung komponen yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit.


4. Gunakan Pelembap yang Aman

Apabila diperlukan, gunakan krim khusus puting yang aman untuk ibu menyusui sesuai anjuran tenaga kesehatan.


5. Pilih Bra yang Nyaman

Gunakan bra menyusui yang tidak terlalu ketat dan berbahan lembut untuk mengurangi gesekan.


Apakah Lactation Massage Membantu?

Lactation massage tidak mengobati luka pada puting secara langsung.

Namun, pada beberapa ibu, pijatan laktasi dapat membantu meningkatkan kenyamanan payudara, membantu pengeluaran ASI pada kondisi tertentu, dan mengurangi bendungan ASI yang mungkin membuat proses menyusui terasa lebih sulit.

Di Perina Mom and Baby Spa, layanan lactation massage selalu disertai edukasi mengenai cara menyusui yang benar, perlekatan menyusui, dan cara merawat payudara selama masa menyusui.


Cara Mencegah Puting Berdarah

Beberapa langkah berikut dapat membantu mencegah puting lecet dan berdarah.

  • Pastikan perlekatan bayi sudah benar.
  • Variasikan posisi menyusui.
  • Jangan menarik bayi langsung dari payudara. Lepaskan isapan bayi dengan memasukkan jari kelingking ke sudut mulut bayi terlebih dahulu.
  • Hindari mencuci puting menggunakan sabun secara berlebihan.
  • Gunakan pompa ASI dengan ukuran corong yang sesuai.
  • Segera konsultasikan apabila muncul nyeri yang tidak membaik.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila:

  • Puting terus berdarah selama beberapa hari.
  • Luka tidak membaik meskipun teknik menyusui sudah diperbaiki.
  • Keluar nanah.
  • Puting tampak sangat merah atau bengkak.
  • Demam.
  • Payudara terasa sangat nyeri disertai benjolan.
  • Keluar darah dari puting tanpa riwayat menyusui atau tanpa adanya luka.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.


Kesimpulan

Puting berdarah saat menyusui paling sering disebabkan oleh perlekatan bayi yang kurang tepat. Kondisi ini umumnya dapat membaik setelah teknik menyusui diperbaiki dan puting dirawat dengan baik.

Apabila perdarahan tidak kunjung membaik, disertai infeksi, atau rasa nyeri semakin berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi agar ibu dapat tetap menyusui dengan nyaman.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.


FAQ Seputar Puting Berdarah

Apakah bayi boleh menyusu jika puting berdarah?

Ya, pada sebagian besar kasus bayi tetap boleh menyusu. Sedikit darah yang tertelan biasanya tidak berbahaya. Namun, jika perdarahan banyak atau ibu mengalami nyeri hebat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Apakah puting berdarah selalu karena bayi menggigit?

Tidak. Penyebab tersering adalah perlekatan menyusui yang kurang tepat, terutama pada minggu-minggu awal setelah melahirkan.

Berapa lama puting yang lecet dapat sembuh?

Waktu penyembuhan berbeda pada setiap ibu. Jika penyebabnya diatasi dan teknik menyusui diperbaiki, luka ringan umumnya mulai membaik dalam beberapa hari.

Apakah lactation massage dapat menyembuhkan puting berdarah?

Lactation massage tidak mengobati luka pada puting secara langsung, tetapi dapat membantu meningkatkan kenyamanan payudara sebagai bagian dari pendampingan menyusui.


Referensi

  • American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2022.
  • World Health Organization. Infant and Young Child Feeding.
  • UNICEF. Breastfeeding Counselling: A Training Course.
  • Academy of Breastfeeding Medicine. Clinical Protocol #26: Persistent Pain with Breastfeeding.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Pemberian ASI Eksklusif.