Mengalami bayi demam tentu membuat orang tua merasa cemas, terutama jika si kecil masih berusia beberapa bulan. Padahal, demam bukanlah penyakit, melainkan tanda bahwa tubuh bayi sedang merespons infeksi atau kondisi tertentu.
Meskipun sebagian besar kasus demam dapat membaik dengan perawatan yang tepat, orang tua tetap perlu mengetahui cara mengukur suhu tubuh, mengenali tanda bahaya, dan memahami kapan bayi harus segera dibawa ke dokter.
Apa Itu Demam pada Bayi?
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh bayi meningkat di atas normal sebagai bagian dari respons sistem kekebalan tubuh.
Secara umum, bayi dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih saat diukur menggunakan termometer digital melalui rektal (sesuai standar medis). Pengukuran melalui ketiak dapat digunakan sebagai skrining, namun hasilnya bisa sedikit berbeda sehingga perlu diinterpretasikan dengan hati-hati.
Menggunakan termometer merupakan cara paling akurat untuk memastikan apakah bayi benar-benar mengalami demam. Menyentuh dahi atau tubuh bayi saja tidak cukup untuk menentukan suhu tubuh.
Penyebab Bayi Demam
Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan bayi demam, di antaranya:
1. Infeksi Virus
Infeksi virus merupakan penyebab demam yang paling sering pada bayi.
Contohnya adalah flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan lainnya.
2. Infeksi Bakteri
Pada beberapa kasus, demam dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, radang paru, atau infeksi telinga.
Kondisi ini memerlukan pemeriksaan oleh dokter untuk menentukan penanganan yang sesuai.
3. Reaksi Setelah Imunisasi
Sebagian bayi dapat mengalami demam ringan setelah imunisasi.
Hal ini merupakan respons normal tubuh dalam membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu dan biasanya akan membaik dalam 1–2 hari.
4. Terlalu Panas
Bayi yang mengenakan pakaian terlalu tebal atau berada di lingkungan yang sangat panas dapat mengalami peningkatan suhu tubuh.
Namun, kondisi ini berbeda dengan demam akibat infeksi.
Tanda-Tanda Bayi Demam
Selain suhu tubuh yang meningkat, bayi yang mengalami demam dapat menunjukkan beberapa gejala berikut:
- Tubuh terasa lebih hangat.
- Wajah tampak kemerahan.
- Bayi menjadi lebih rewel.
- Nafsu menyusu berkurang.
- Tidur lebih sering atau justru sulit tidur.
- Tampak lemas.
- Berkeringat lebih banyak.
Setiap bayi dapat menunjukkan respons yang berbeda ketika mengalami demam.
Cara Merawat Bayi Demam di Rumah
Apabila bayi tetap aktif, masih mau menyusu, dan dokter menyatakan kondisinya dapat dirawat di rumah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan.
1. Ukur Suhu Tubuh dengan Termometer
Gunakan termometer digital untuk memantau suhu tubuh bayi secara berkala.
Catat hasil pengukuran agar memudahkan dokter apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
2. Tetap Berikan ASI Sesering Mungkin
ASI membantu memenuhi kebutuhan cairan bayi sekaligus mendukung daya tahan tubuh.
Bayi yang demam memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan cairan apabila asupan minumnya berkurang.
3. Kenakan Pakaian yang Nyaman
Gunakan pakaian yang tipis, menyerap keringat, dan nyaman.
Hindari membedong atau memakaikan pakaian berlapis-lapis saat bayi sedang demam.
4. Jaga Suhu Ruangan Tetap Nyaman
Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak terlalu panas.
5. Berikan Obat Penurun Demam Sesuai Anjuran Dokter
Apabila diperlukan, dokter dapat menyarankan obat penurun demam dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan usia dan berat badan bayi.
Jangan memberikan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan, terutama pada bayi yang masih sangat kecil.
Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Bayi Demam
Ketika bayi mengalami demam, hindari beberapa hal berikut:
1. Mengompres dengan Air Es atau Alkohol
Kompres air dingin ekstrem maupun alkohol tidak dianjurkan karena dapat membuat bayi tidak nyaman dan berisiko menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Gunakan kompres air hangat suam-suam kuku apabila disarankan oleh tenaga kesehatan.
2. Memberikan Antibiotik Tanpa Resep
Antibiotik hanya diperlukan apabila demam disebabkan oleh infeksi bakteri dan harus diberikan sesuai resep dokter.
3. Memaksa Bayi Makan
Apabila bayi sudah mulai MPASI, fokus utama saat demam adalah menjaga kecukupan cairan dan memastikan bayi tetap mendapatkan asupan sesuai kemampuannya.
Apakah Baby Massage Boleh Dilakukan Saat Bayi Demam?
Tidak dianjurkan.
Baby massage atau layanan baby spa sebaiknya ditunda apabila bayi sedang demam.
Saat tubuh mengalami demam, bayi memerlukan istirahat dan evaluasi penyebab demam terlebih dahulu. Setelah bayi dinyatakan pulih oleh dokter atau kondisinya membaik, aktivitas seperti baby massage dapat kembali dilakukan sesuai hasil skrining.
Mengapa Memilih Perina Mom and Baby Spa?
Di Perina Mom and Baby Spa, keselamatan dan kenyamanan bayi selalu menjadi prioritas utama.
Sebelum setiap terapi dilakukan, tim Perina akan melakukan skrining sederhana untuk memastikan kondisi bayi aman mengikuti layanan.
Apabila bayi sedang mengalami demam atau ditemukan tanda yang memerlukan pemeriksaan medis, terapi akan ditunda dan orang tua akan dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Setelah bayi dinyatakan sehat, Perina menyediakan berbagai layanan untuk mendukung kenyamanan dan tumbuh kembang bayi, antara lain:
- Baby Massage.
- Baby Gym.
- Baby Spa.
- Baby Care.
- Baby Wellness Care.
- Konseling Laktasi.
- Perawatan Ibu Nifas.
- Pregnancy Massage.
- Home Care Mom & Baby.
Pendekatan ini dilakukan agar setiap layanan diberikan sesuai kondisi kesehatan bayi dan tetap mengutamakan keamanan.
Kapan Bayi Demam Harus Segera Dibawa ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis apabila bayi mengalami salah satu kondisi berikut:
- Bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu tubuh 38°C atau lebih.
- Demam berlangsung lebih dari 2–3 hari atau tidak membaik.
- Sulit menyusu atau menolak minum.
- Napas cepat atau sesak.
- Kejang.
- Tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Muntah terus-menerus.
- Ruam yang tidak hilang saat ditekan.
- Tanda dehidrasi, seperti popok tetap kering dalam waktu lama, bibir kering, atau mata tampak cekung.
Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mengetahui penyebab demam dan menentukan penanganan yang tepat.
“Any infant younger than 3 months with a fever should be evaluated by a healthcare provider immediately.”
— American Academy of Pediatrics (AAP)
Kesimpulan
Bayi demam merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus hingga reaksi setelah imunisasi. Orang tua perlu memastikan suhu tubuh menggunakan termometer, menjaga kecukupan cairan, serta memantau kondisi bayi secara berkala.
Di Perina Mom and Baby Spa, setiap layanan diawali dengan skrining kesehatan. Apabila bayi sedang demam, terapi akan ditunda demi keamanan si kecil. Setelah kondisi membaik, layanan seperti Baby Massage dan Baby Wellness Care dapat menjadi bagian dari perawatan untuk membantu bayi kembali merasa nyaman sesuai hasil penilaian tenaga profesional.
Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!
Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.
FAQ Seputar Bayi Demam
Berapa suhu yang disebut demam pada bayi?
Secara umum, bayi dikatakan demam apabila suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih saat diukur menggunakan termometer digital.
Apakah bayi demam boleh dimandikan?
Boleh, menggunakan air hangat suam-suam kuku apabila kondisi bayi memungkinkan. Hindari menggunakan air yang terlalu dingin.
Apakah baby massage boleh dilakukan saat bayi demam?
Tidak. Baby massage sebaiknya ditunda hingga bayi pulih dan dinyatakan aman mengikuti terapi.
Kapan bayi demam harus segera ke dokter?
Segera ke dokter apabila bayi berusia kurang dari 3 bulan mengalami demam 38°C atau lebih, mengalami kejang, sesak napas, sulit menyusu, tampak sangat lemas, atau muncul tanda bahaya lainnya.
Referensi
- American Academy of Pediatrics. Fever and Your Baby.
- World Health Organization. Pocket Book of Hospital Care for Children.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Demam pada Bayi dan Anak.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
