Bayi Diare: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

Melihat bayi diare tentu membuat orang tua khawatir. Bayi yang buang air besar lebih sering dari biasanya dengan feses yang lebih cair dapat berisiko mengalami kekurangan cairan (dehidrasi), terutama pada bayi usia di bawah satu tahun.

Meskipun sebagian besar diare pada bayi dapat membaik dengan perawatan yang tepat, orang tua perlu mengetahui cara mengenali tanda bahaya dan kapan harus segera membawa bayi ke dokter.

“The biggest threat posed by diarrhoea is dehydration, which can be prevented with prompt fluid replacement.”
— World Health Organization (WHO)


Apa Itu Diare pada Bayi?

Diare adalah kondisi ketika bayi buang air besar lebih sering dari biasanya dengan konsistensi feses yang lebih cair.

Pada bayi, terutama yang mendapatkan ASI eksklusif, frekuensi buang air besar memang dapat lebih sering dan teksturnya lebih lembek dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan dari pola buang air besar bayi yang biasanya, bukan hanya jumlah frekuensinya.

Misalnya, apabila bayi yang biasanya BAB 2 kali sehari tiba-tiba menjadi 8 kali sehari dengan feses yang jauh lebih cair, kondisi tersebut dapat mengarah pada diare.


Penyebab Bayi Diare

Ada beberapa penyebab bayi diare, di antaranya:

1. Infeksi Virus

Penyebab tersering diare pada bayi adalah infeksi virus, seperti rotavirus atau norovirus.

Infeksi virus biasanya akan membaik dengan perawatan suportif dan pemenuhan cairan yang cukup.


2. Infeksi Bakteri

Beberapa bakteri juga dapat menyebabkan diare, terutama apabila bayi mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan penanganan sesuai penyebabnya.


3. Perubahan Pola Makan

Pada bayi yang mulai mendapatkan MPASI, perubahan jenis makanan dapat memengaruhi pola buang air besar.


4. Alergi atau Intoleransi Makanan

Sebagian bayi dapat mengalami diare akibat alergi protein susu sapi atau intoleransi terhadap komponen tertentu dalam makanan.


5. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat, termasuk antibiotik, dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus sehingga menyebabkan diare.


Gejala Bayi Diare

Selain buang air besar lebih sering dan lebih cair, bayi dapat mengalami:

  • Rewel.
  • Nafsu menyusu menurun.
  • Demam.
  • Muntah.
  • Perut kembung.
  • Berat badan sulit bertambah apabila diare berlangsung lama.

Yang paling perlu diwaspadai adalah tanda-tanda dehidrasi.


Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Segera perhatikan apabila bayi mengalami:

  • Mulut dan bibir kering.
  • Air mata berkurang saat menangis.
  • Popok lebih jarang basah.
  • Mata tampak cekung.
  • Bayi tampak lemas.
  • Sulit dibangunkan.
  • Ubun-ubun tampak cekung pada bayi yang masih kecil.

Dehidrasi merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera karena dapat membahayakan kesehatan bayi.


Cara Mengatasi Bayi Diare di Rumah

Apabila kondisi bayi masih ringan dan tetap aktif, beberapa langkah berikut dapat dilakukan.

1. Tetap Berikan ASI

Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, ASI tetap menjadi cairan terbaik selama bayi diare.

Menyusui lebih sering membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi.


2. Berikan Cairan Sesuai Anjuran

Pada bayi yang lebih besar, dokter dapat menganjurkan pemberian cairan rehidrasi oral sesuai kondisi bayi.

Jangan memberikan minuman manis atau minuman bersoda kepada bayi.


3. Lanjutkan MPASI

Apabila bayi sudah mulai MPASI, pemberian makanan umumnya tetap dilanjutkan sesuai kemampuan makan bayi.

Pilih makanan yang mudah dicerna dan sesuai usia.


4. Jaga Kebersihan

Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan, setelah mengganti popok, dan setelah membersihkan bayi.

Kebersihan membantu mengurangi penyebaran infeksi.


5. Pantau Kondisi Bayi

Perhatikan frekuensi BAB, jumlah popok basah, suhu tubuh, serta aktivitas bayi.

Apabila kondisi memburuk, segera konsultasikan ke dokter.


Apakah Bayi Diare Boleh Dipijat?

Pertanyaan ini sering diajukan oleh orang tua.

Pada bayi yang sedang mengalami diare, pijat bayi sebaiknya tidak menjadi prioritas, terutama apabila bayi tampak lemas, mengalami dehidrasi, demam, atau masih sering buang air besar cair.

Di Perina Mom and Baby Spa, setiap bayi akan menjalani skrining sebelum terapi.

Apabila bayi mengalami diare, demam, muntah berulang, atau tanda-tanda dehidrasi, maka terapi akan ditunda dan orang tua akan disarankan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bayi.


Mengapa Memilih Perina Mom and Baby Spa?

Di Perina Mom and Baby Spa, setiap layanan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan bayi melalui skrining sebelum terapi.

Layanan yang tersedia meliputi:

  • Baby Massage.
  • Baby Gym.
  • Baby Spa.
  • Baby Wellness Care.
  • Baby Care.
  • Konseling Laktasi.
  • Perawatan Ibu Nifas.
  • Pregnancy Massage.
  • Home Care Mom & Baby.

Selain memberikan terapi sesuai kondisi bayi, tim Perina juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai:

  • Tumbuh kembang bayi.
  • Perawatan bayi di rumah.
  • Tanda bahaya pada bayi.
  • Kapan terapi perlu ditunda.
  • Kapan bayi perlu dirujuk ke dokter.

Perina menyediakan layanan studio maupun home care untuk keluarga di Solo dan sekitarnya.


Cara Mencegah Diare pada Bayi

Beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko diare pada bayi:

1. Berikan ASI Eksklusif

ASI membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh bayi.


2. Jaga Kebersihan Tangan

Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi atau menyiapkan makanan.


3. Gunakan Air Bersih

Pastikan air yang digunakan untuk membuat susu formula atau MPASI aman dan bersih.


4. Lengkapi Imunisasi

Imunisasi, termasuk vaksin rotavirus sesuai jadwal yang direkomendasikan, dapat membantu menurunkan risiko diare akibat infeksi rotavirus.


5. Jaga Kebersihan Peralatan Makan

Botol susu, sendok, mangkuk, dan perlengkapan makan bayi perlu dibersihkan dengan baik.


Kapan Bayi Diare Harus Segera ke Dokter?

Segera bawa bayi ke dokter apabila mengalami:

  • Diare disertai darah pada feses.
  • Demam tinggi.
  • Muntah terus-menerus.
  • Tidak mau menyusu.
  • Tanda-tanda dehidrasi.
  • Diare berlangsung lebih dari beberapa hari tanpa perbaikan.
  • Bayi berusia di bawah 6 bulan dengan diare yang cukup sering atau kondisi umum memburuk.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.


Kesimpulan

Bayi diare merupakan kondisi yang sering terjadi dan paling banyak disebabkan oleh infeksi virus. Hal terpenting selama bayi diare adalah menjaga kecukupan cairan, tetap memberikan ASI, memantau tanda-tanda dehidrasi, dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya.

Di Perina Mom and Baby Spa, setiap bayi menjalani skrining sebelum terapi. Apabila bayi sedang mengalami diare atau kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis, terapi akan ditunda demi keselamatan bayi. Dengan pendekatan yang aman, edukatif, dan berbasis skrining, Perina mendampingi orang tua dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang si kecil.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.


FAQ Seputar Bayi Diare

Apa penyebab bayi diare?

Penyebab tersering adalah infeksi virus. Selain itu, diare juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, perubahan pola makan, alergi makanan, atau efek samping obat.

Apakah bayi diare tetap boleh menyusu?

Ya. Bayi yang mendapatkan ASI tetap dianjurkan menyusu lebih sering untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi.

Apakah bayi diare boleh dipijat?

Apabila bayi sedang diare, terutama bila disertai demam, dehidrasi, atau tampak lemas, terapi pijat sebaiknya ditunda hingga bayi dinyatakan membaik oleh tenaga kesehatan.

Kapan bayi diare harus dibawa ke dokter?

Segera ke dokter apabila bayi mengalami diare disertai darah, demam tinggi, muntah terus-menerus, tidak mau menyusu, tanda dehidrasi, atau kondisi umum yang memburuk.


Referensi

  • World Health Organization. Diarrhoeal Disease.
  • American Academy of Pediatrics. Diarrhea in Infants and Children.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tata Laksana Diare pada Anak.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).