Melihat bayi baru lahir sering kentut sering kali membuat orang tua bertanya-tanya, apakah kondisi tersebut normal atau menjadi tanda adanya gangguan pencernaan. Sebagian orang tua bahkan khawatir jika bayi tampak sering mengejan, rewel, atau perutnya terasa kembung saat sering buang angin.
Kabar baiknya, bayi baru lahir sering kentut umumnya merupakan kondisi yang normal. Kentut adalah cara alami tubuh mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Selama bayi tetap menyusu dengan baik, berat badannya bertambah, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Lalu, apa penyebab bayi baru lahir sering kentut? Bagaimana cara membantu bayi agar lebih nyaman? Simak penjelasan lengkap berikut.
Apakah Bayi Baru Lahir Sering Kentut Itu Normal?
Ya, bayi baru lahir sering kentut adalah hal yang normal.
Bayi dapat mengeluarkan gas hingga berkali-kali dalam sehari karena sistem pencernaannya masih dalam tahap perkembangan. Selain itu, saat menyusu atau menangis, bayi juga dapat menelan udara yang kemudian keluar melalui sendawa atau kentut.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), saluran pencernaan bayi masih berkembang pada bulan-bulan pertama kehidupan sehingga berbagai keluhan ringan seperti gas berlebih dan gumoh cukup sering terjadi.
“The digestive system of a young infant is still developing, so some gassiness is normal.”
— American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org)
Artinya, selama bayi tampak sehat dan tetap menyusu dengan baik, sering kentut biasanya bukan merupakan tanda penyakit.
Penyebab Bayi Baru Lahir Sering Kentut
Ada beberapa penyebab mengapa bayi baru lahir sering kentut.
1. Menelan Udara Saat Menyusu
Ini merupakan penyebab yang paling sering.
Udara dapat ikut tertelan apabila:
- Perlekatan menyusui belum optimal.
- Aliran dot terlalu cepat.
- Bayi menyusu dengan terburu-buru.
- Bayi menangis cukup lama sebelum disusui.
Udara tersebut akan terkumpul di lambung dan usus, kemudian keluar sebagai kentut.
2. Sistem Pencernaan Masih Berkembang
Usus bayi masih belajar mencerna ASI atau susu formula sehingga pembentukan gas merupakan proses yang normal.
Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan bayi akan semakin matang.
3. Bayi Jarang Bersendawa
Apabila udara yang tertelan tidak keluar melalui sendawa, gas dapat bergerak ke usus dan akhirnya keluar dalam bentuk kentut.
4. Perubahan Pola Makan
Pada bayi yang sudah mulai mendapatkan MPASI, makanan tertentu dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan.
Pada bayi baru lahir yang hanya mengonsumsi ASI, hal ini umumnya belum menjadi penyebab utama.
5. Menangis Terlalu Lama
Saat menangis, bayi cenderung menelan lebih banyak udara sehingga gas dalam saluran cerna menjadi bertambah.
Tanda Kentut yang Masih Normal
Bayi baru lahir sering kentut masih dianggap normal apabila:
- Tetap menyusu dengan lahap.
- Berat badan bertambah sesuai usia.
- Tidak muntah berwarna hijau.
- Tidak demam.
- BAB tetap normal.
- Bayi aktif saat bangun.
- Perut tidak membesar secara berlebihan.
Dalam kondisi tersebut, orang tua umumnya cukup melakukan perawatan sederhana di rumah.
Cara Mengatasi Bayi Baru Lahir Sering Kentut
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat gas di perut bayi.
1. Pastikan Perlekatan Menyusui Sudah Benar
Pada bayi yang menyusu langsung, perlekatan yang baik membantu mengurangi udara yang tertelan.
Mulut bayi sebaiknya terbuka lebar dan mencakup sebagian besar areola, bukan hanya puting.
2. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu
Sendawakan bayi selama beberapa menit setelah selesai menyusu agar udara dapat keluar sebelum masuk ke usus.
3. Gendong Bayi dalam Posisi Tegak
Setelah menyusu, gendong bayi dalam posisi tegak sekitar 20–30 menit untuk membantu mengurangi penumpukan gas.
4. Lakukan Gerakan Kaki Seperti Mengayuh Sepeda
Gerakan lembut ini dapat membantu mendorong gas keluar dari usus sehingga bayi menjadi lebih nyaman.
5. Baby Massage untuk Membantu Kenyamanan Bayi
Pijatan lembut pada area perut dan tubuh bayi dapat membantu memberikan rasa nyaman sebagai bagian dari rutinitas harian.
Perlu diketahui bahwa baby massage bukan pengobatan untuk mengatasi gangguan pencernaan, tetapi dapat menjadi salah satu cara membantu bayi lebih rileks.
Di Perina Mom and Baby Spa, layanan Baby Massage dilakukan dengan teknik yang sesuai usia. Orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai cara melakukan pijatan sederhana di rumah untuk membantu meningkatkan kenyamanan bayi.
Kapan Bayi Baru Lahir Sering Kentut Harus Diwaspadai?
Segera bawa bayi ke dokter apabila sering kentut disertai:
- Perut membesar dan sangat tegang.
- Muntah berwarna hijau.
- Muntah berulang dalam jumlah banyak.
- Demam.
- BAB berdarah.
- Tidak BAB dalam waktu lama disertai perut membesar.
- Sulit menyusu.
- Berat badan tidak bertambah.
- Bayi tampak sangat lemas.
Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Mencegah Gas Berlebih pada Bayi
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
- Menyusui dengan posisi yang benar.
- Tidak membiarkan bayi menangis terlalu lama sebelum disusui.
- Sendawakan bayi setiap selesai menyusu.
- Gunakan dot dengan aliran yang sesuai bila menggunakan susu perah.
- Hindari mengguncang bayi setelah menyusu.
Kesimpulan
Bayi baru lahir sering kentut umumnya merupakan kondisi yang normal karena sistem pencernaannya masih berkembang dan bayi masih sering menelan udara saat menyusu atau menangis.
Orang tua dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dengan memastikan teknik menyusui yang baik, menyendawakan bayi, serta memberikan pijatan lembut sesuai kebutuhan. Namun, apabila kentut disertai muntah hijau, demam, perut sangat kembung, atau bayi tampak lemas, segera konsultasikan dengan dokter.
Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!
Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.
FAQ Seputar Bayi Baru Lahir Sering Kentut
Apakah bayi baru lahir sering kentut itu normal?
Ya. Selama bayi tetap menyusu dengan baik, berat badan bertambah, dan tidak ada gejala lain yang mengkhawatirkan, sering kentut merupakan kondisi yang normal.
Apakah ASI menyebabkan bayi sering kentut?
Tidak. ASI bukan penyebab utama bayi sering kentut. Gas biasanya berasal dari udara yang tertelan saat menyusu atau karena sistem pencernaan bayi yang masih berkembang.
Apakah baby massage dapat mengurangi kentut pada bayi?
Baby massage tidak mengobati penyebab gas di saluran cerna, tetapi dapat membantu bayi merasa lebih rileks dan nyaman sebagai bagian dari perawatan sehari-hari.
Kapan bayi sering kentut harus diperiksa ke dokter?
Apabila disertai muntah hijau, demam, perut sangat kembung, BAB berdarah, sulit menyusu, atau bayi tampak lemas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Referensi
- American Academy of Pediatrics. HealthyChildren.org – Gas, Burping, and Colic in Babies.
- World Health Organization. Infant Feeding Guidelines.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Digestive Health in Infants.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Gangguan Pencernaan pada Bayi.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
