Bayi baru lahir tidak mau menyusu merupakan salah satu kondisi yang sering membuat orang tua, terutama ibu baru, merasa cemas. Banyak yang khawatir bayinya akan kekurangan ASI, mengalami dehidrasi, atau memiliki masalah kesehatan tertentu.
Padahal, pada beberapa kondisi, bayi memang dapat menyusu lebih sedikit dalam 24 jam pertama setelah lahir karena masih beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim. Namun, jika bayi terus menolak menyusu atau menunjukkan tanda-tanda tertentu, kondisi ini perlu segera dievaluasi.
Lalu, apa saja penyebab bayi baru lahir tidak mau menyusu? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut.
Apakah Bayi Baru Lahir Tidak Mau Menyusu Itu Normal?
Pada hari pertama kehidupan, sebagian bayi masih tampak mengantuk sehingga frekuensi menyusunya belum terlalu sering. Lambung bayi yang masih sangat kecil juga membuat kebutuhan ASI pada awal kehidupan belum banyak.
Namun, secara umum bayi baru lahir tetap perlu mendapatkan ASI secara rutin, yaitu sekitar 8–12 kali dalam 24 jam atau sesuai keinginan bayi (on demand).
Menurut World Health Organization (WHO), menyusui sebaiknya dimulai dalam satu jam pertama setelah lahir untuk membantu keberhasilan menyusui dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
“Initiation of breastfeeding within the first hour of life gives every newborn the best chance to survive and thrive.”
— World Health Organization (WHO)
Apabila bayi terus menolak menyusu, orang tua perlu mencari penyebabnya.
Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Mau Menyusu
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi baru lahir tidak mau menyusu.
1. Bayi Masih Mengantuk
Pada 24 jam pertama, bayi sering tidur lebih lama sehingga perlu dibangunkan secara lembut untuk menyusu.
2. Perlekatan Menyusui Belum Tepat
Perlekatan yang kurang baik membuat bayi kesulitan mengisap ASI secara efektif sehingga bayi menjadi cepat lelah atau menolak menyusu.
Tanda perlekatan yang baik antara lain:
- Mulut terbuka lebar.
- Bibir bawah membuka keluar.
- Sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi.
- Ibu tidak merasakan nyeri hebat saat menyusui.
3. Produksi atau Aliran ASI Belum Optimal
Pada hari-hari pertama, ASI yang keluar berupa kolostrum dalam jumlah sedikit tetapi sangat kaya nutrisi.
Sebagian ibu mengira ASI belum keluar, padahal kolostrum sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan lambung bayi yang masih kecil.
4. Bayi Sedang Sakit
Bayi yang mengalami infeksi, demam, gangguan pernapasan, atau kondisi medis lainnya dapat menjadi lebih lemas sehingga tidak mau menyusu.
5. Hidung Tersumbat
Bayi bernapas melalui hidung saat menyusu. Jika hidung tersumbat, bayi dapat kesulitan menyusu dengan nyaman.
6. Bingung Puting (Nipple Confusion)
Pada beberapa bayi, penggunaan dot atau empeng terlalu dini dapat menyebabkan bayi kesulitan menyesuaikan teknik mengisap saat menyusu langsung dari payudara.
Cara Mengatasi Bayi Baru Lahir Tidak Mau Menyusu
Apabila bayi tampak sehat tetapi belum mau menyusu dengan baik, orang tua dapat mencoba beberapa cara berikut.
1. Lakukan Kontak Kulit ke Kulit (Skin-to-Skin Contact)
Letakkan bayi di dada ibu tanpa penghalang pakaian.
Kontak kulit membantu bayi merasa lebih tenang dan merangsang refleks alami untuk mencari puting.
2. Susui Sesering Mungkin
Jangan menunggu bayi menangis.
Kenali tanda lapar awal seperti:
- Membuka mulut.
- Menggerakkan kepala mencari puting (rooting reflex).
- Memasukkan tangan ke mulut.
- Mengisap bibir.
3. Perbaiki Posisi dan Perlekatan
Pastikan posisi ibu dan bayi nyaman, kemudian perhatikan apakah bayi melekat dengan benar pada payudara.
Jika mengalami kesulitan, mintalah bantuan konselor laktasi atau tenaga kesehatan.
4. Bangunkan Bayi Secara Lembut
Apabila bayi terlalu mengantuk, coba:
- Membuka selimut.
- Mengganti popok.
- Mengusap telapak kaki atau punggung bayi dengan lembut.
- Melakukan kontak kulit ke kulit.
5. Perah ASI Bila Diperlukan
Jika bayi belum mampu menyusu secara efektif, ibu dapat memerah ASI untuk membantu mempertahankan produksi ASI sambil berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai cara pemberiannya.
Tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup
Beberapa tanda bayi memperoleh ASI yang cukup antara lain:
- Menyusu 8–12 kali dalam sehari.
- BAB dan BAK sesuai usia bayi.
- Berat badan mulai bertambah setelah penurunan berat badan fisiologis pada hari-hari awal.
- Bayi tampak puas setelah menyusu.
- Produksi urine meningkat setelah beberapa hari pertama kehidupan.
Kapan Bayi Baru Lahir Tidak Mau Menyusu Harus Dibawa ke Dokter?
Segera periksakan bayi apabila:
- Tidak mau menyusu sama sekali.
- Menyusu sangat sedikit dalam waktu yang lama.
- Bayi sangat lemas.
- Sulit dibangunkan.
- Bibir tampak kebiruan.
- Demam atau suhu tubuh terlalu rendah.
- Berat badan terus menurun.
- Popok tetap kering atau jumlah urine sangat sedikit.
- Bayi tampak mengalami dehidrasi.
Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis sesegera mungkin.
Peran Konseling Laktasi dalam Mengatasi Bayi Sulit Menyusu
Kesulitan menyusui tidak selalu disebabkan oleh produksi ASI yang kurang. Sering kali, masalah terletak pada posisi, perlekatan, atau teknik menyusui.
Di Perina Mom and Baby Spa, tersedia layanan Konseling Laktasi yang membantu ibu memahami teknik menyusui yang benar, memperbaiki perlekatan, memberikan edukasi mengenai tanda kecukupan ASI, serta mendampingi ibu selama proses menyusui.
Layanan ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan, bukan menggantikan pemeriksaan dokter apabila bayi menunjukkan tanda bahaya atau diduga mengalami kondisi medis tertentu.
Tips Agar Bayi Lebih Semangat Menyusu
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu antara lain:
- Menyusui segera setelah bayi menunjukkan tanda lapar.
- Menghindari penggunaan dot atau empeng tanpa indikasi pada awal menyusui.
- Menjaga suasana menyusui tetap tenang.
- Melakukan skin-to-skin contact setiap hari.
- Memastikan ibu mendapatkan istirahat, nutrisi, dan cairan yang cukup.
Kesimpulan
Bayi baru lahir tidak mau menyusu dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari adaptasi normal setelah lahir hingga masalah perlekatan atau kondisi medis tertentu.
Sebagian besar masalah menyusui dapat diatasi dengan memperbaiki teknik menyusui, melakukan kontak kulit ke kulit, dan mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan. Namun, apabila bayi tampak sangat lemas, tidak mau menyusu sama sekali, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!
Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.
FAQ Seputar Bayi Baru Lahir Tidak Mau Menyusu
Apakah normal jika bayi baru lahir tidak mau menyusu pada hari pertama?
Sebagian bayi memang lebih banyak tidur pada 24 jam pertama. Namun, bayi tetap perlu disusui secara rutin dan dipantau kecukupan asupannya.
Berapa kali bayi baru lahir harus menyusu?
Sebagian besar bayi menyusu sekitar 8–12 kali dalam 24 jam atau sesuai keinginan bayi.
Apakah ASI yang sedikit pada hari pertama itu normal?
Ya. Pada awal kelahiran, ibu menghasilkan kolostrum dalam jumlah sedikit, tetapi kandungan gizinya sangat tinggi dan sesuai dengan kapasitas lambung bayi.
Kapan bayi yang tidak mau menyusu harus diperiksa?
Segera ke dokter apabila bayi tidak mau menyusu sama sekali, sangat lemas, sulit dibangunkan, mengalami tanda dehidrasi, atau jumlah urine sangat sedikit.
Referensi
- World Health Organization. Infant and Young Child Feeding.
- World Health Organization. Early Initiation of Breastfeeding.
- American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the Use of Human Milk.
- Academy of Breastfeeding Medicine. Clinical Protocols for Breastfeeding Management.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pemberian ASI pada Bayi Baru Lahir.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
