Bayi sering gumoh merupakan salah satu hal yang paling sering membuat orang tua khawatir, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupan. Setelah menyusu, bayi mungkin mengeluarkan sedikit ASI atau susu dari mulutnya. Kondisi ini sering dianggap sebagai muntah, padahal gumoh dan muntah memiliki perbedaan.

Kabar baiknya, gumoh pada bayi umumnya merupakan kondisi normal dan sering terjadi karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Namun, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda gumoh yang normal dan kapan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Gumoh adalah bagian dari perjalanan tumbuh kembang banyak bayi. Selama si kecil tetap aktif, nyaman, dan tumbuh dengan baik, orang tua tidak perlu terlalu khawatir.

Apa Itu Gumoh pada Bayi?

Gumoh adalah keluarnya sedikit isi lambung, seperti ASI atau susu, dari mulut bayi secara pasif tanpa usaha yang kuat. Gumoh biasanya terjadi setelah bayi menyusu, bersendawa, atau ketika posisi tubuh bayi berubah.

Hal ini terjadi karena otot katup antara kerongkongan dan lambung (sfingter esofagus bawah) bayi masih belum matang, sehingga isi lambung lebih mudah kembali naik ke kerongkongan.

Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi usia di bawah 6 bulan dan biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia ketika sistem pencernaan bayi semakin matang.

Penyebab Bayi Sering Gumoh

Beberapa penyebab umum bayi sering gumoh antara lain:

1. Sistem Pencernaan Bayi Belum Matang

Pada bayi baru lahir, otot yang berfungsi menahan makanan di dalam lambung belum bekerja sempurna sehingga ASI atau susu lebih mudah naik kembali.

2. Bayi Menyusu Terlalu Banyak atau Terlalu Cepat

Lambung bayi yang masih kecil dapat menjadi terlalu penuh sehingga sebagian ASI atau susu keluar kembali.

3. Banyak Menelan Udara Saat Menyusu

Udara yang masuk saat menyusu dapat membuat perut bayi terasa penuh dan memicu gumoh.

4. Posisi Bayi Setelah Menyusu

Mengganti posisi bayi terlalu cepat, bermain aktif, atau memberikan tekanan pada perut bayi setelah menyusu dapat menyebabkan gumoh.

Cara Mengurangi Gumoh pada Bayi

Meskipun gumoh normal, beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi frekuensinya:

1. Berikan ASI atau Susu dengan Posisi yang Tepat

Pastikan posisi menyusu nyaman dan pelekatan menyusui berjalan dengan baik agar bayi tidak terlalu banyak menelan udara.

2. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu

Membantu bayi bersendawa dapat mengeluarkan udara yang tertelan selama menyusu sehingga mengurangi rasa tidak nyaman dan kemungkinan gumoh.

3. Hindari Langsung Mengajak Bayi Bermain Setelah Menyusu

Biarkan bayi dalam posisi tegak selama sekitar 20–30 menit setelah menyusu untuk membantu isi lambung tetap berada di tempatnya.

4. Hindari Pakaian atau Popok yang Terlalu Ketat

Tekanan pada area perut dapat memudahkan isi lambung naik kembali.

Apakah Bayi Gumoh Boleh Dipijat?

Bayi yang sering gumoh umumnya boleh dipijat apabila kondisi bayi sehat dan nyaman. Pijat bayi dapat membantu memberikan relaksasi dan menjadi momen bonding antara orang tua dan bayi.

Namun, pijat sebaiknya tidak dilakukan segera setelah bayi selesai menyusu karena tekanan pada perut dapat memicu gumoh. Berikan jeda waktu setelah menyusu dan pastikan bayi dalam kondisi nyaman sebelum melakukan pijatan.

Kapan Gumoh pada Bayi Harus Diwaspadai?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila bayi mengalami:

  • Gumoh dalam jumlah sangat banyak atau menyemprot dengan kuat.
  • Gumoh berwarna hijau, kuning, atau terdapat darah.
  • Berat badan sulit naik atau justru menurun.
  • Bayi tampak kesakitan atau sangat rewel saat menyusu.
  • Sulit menyusu atau menolak minum.
  • Sulit bernapas, batuk terus-menerus, atau tampak tersedak saat gumoh.
  • Gumoh yang terus berlanjut dan mengganggu aktivitas serta pertumbuhan bayi.

Tanda-tanda tersebut dapat mengarah pada kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pijat Bayi untuk Relaksasi di Perina Mom and Baby Spa

Di Perina Mom and Baby Spa, kami menyediakan layanan Baby Massage yang dilakukan oleh terapis terlatih dengan teknik lembut dan sesuai dengan usia bayi.

Pijat bayi dapat membantu si kecil merasa lebih rileks, nyaman, serta mempererat bonding dengan orang tua. Sebelum treatment dilakukan, kondisi bayi akan diperhatikan untuk memastikan sesi perawatan berlangsung aman dan menyenangkan.

Kesimpulan

Bayi sering gumoh umumnya merupakan kondisi normal karena sistem pencernaannya masih berkembang. Gumoh biasanya akan berkurang dengan bertambahnya usia bayi.

Orang tua dapat membantu mengurangi gumoh dengan memperhatikan cara menyusui, membantu bayi bersendawa, dan menjaga posisi bayi setelah menyusu. Namun, jika gumoh disertai tanda bahaya seperti muntah menyemprot, gangguan kenaikan berat badan, atau bayi tampak kesakitan, segera konsultasikan dengan dokter.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.