Melihat bayi seusianya sudah mulai merangkak, sementara si kecil belum menunjukkan tanda-tanda yang sama, sering membuat orang tua merasa cemas. Padahal, bayi telat merangkak belum tentu mengalami gangguan tumbuh kembang.

Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Ada bayi yang mulai merangkak pada usia 6–7 bulan, ada yang baru merangkak di usia 9–10 bulan, bahkan ada pula yang langsung belajar berdiri dan berjalan tanpa melalui fase merangkak dalam waktu yang lama.

Lalu, kapan bayi dikatakan terlambat merangkak? Apa penyebabnya, dan bagaimana cara memberikan stimulasi yang tepat? Simak penjelasan berikut.


Kapan Bayi Mulai Merangkak?

Sebagian besar bayi mulai belajar merangkak pada usia 7–10 bulan. Sebelum dapat merangkak, bayi biasanya melalui beberapa tahapan perkembangan, seperti:

  • Mengangkat kepala saat tummy time.
  • Berguling.
  • Duduk tanpa bantuan.
  • Bertumpu pada kedua tangan.
  • Mengayunkan tubuh ke depan dan belakang.
  • Mulai bergerak maju atau mundur.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perkembangan setiap bayi dapat berbeda sehingga pencapaian kemampuan motorik tidak selalu terjadi pada usia yang sama.

“Children develop at their own pace, and many developmental milestones have a range of when they are achieved.”
Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

Karena itu, orang tua tidak perlu langsung membandingkan perkembangan anak dengan bayi lain.


Apakah Bayi Telat Merangkak Selalu Menandakan Gangguan?

Tidak.

Tidak semua bayi telat merangkak mengalami masalah perkembangan.

Beberapa bayi bahkan melewati fase merangkak dan langsung belajar berdiri atau berjalan. Selama perkembangan motorik lainnya berjalan baik dan dokter tidak menemukan kelainan, kondisi ini masih dapat dianggap sebagai variasi perkembangan yang normal.

Namun, keterampilan merangkak tetap memiliki manfaat dalam melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, kekuatan otot, dan kemampuan eksplorasi lingkungan.


Penyebab Bayi Telat Merangkak

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi tampak lebih lambat merangkak.

1. Variasi Perkembangan yang Normal

Setiap bayi memiliki waktu perkembangan yang berbeda. Faktor genetik dan karakter masing-masing bayi dapat memengaruhi kapan mereka mulai merangkak.


2. Kurang Tummy Time

Tummy time membantu memperkuat otot leher, bahu, lengan, dan punggung yang diperlukan untuk merangkak.

Apabila bayi jarang mendapatkan tummy time saat terjaga dan diawasi, perkembangan kemampuan motoriknya dapat menjadi lebih lambat.


3. Terlalu Lama Berada di Baby Bouncer atau Stroller

Menghabiskan terlalu banyak waktu di alat yang membatasi gerakan dapat mengurangi kesempatan bayi untuk berlatih menggerakkan tubuhnya secara bebas.


4. Bayi Memiliki Temperamen yang Tenang

Sebagian bayi lebih senang mengamati lingkungan dibandingkan aktif bergerak. Hal ini dapat membuat proses belajar merangkak berlangsung lebih lambat.


5. Kondisi Medis Tertentu

Pada sebagian kecil kasus, keterlambatan merangkak dapat berkaitan dengan gangguan otot, saraf, atau tumbuh kembang. Karena itu, evaluasi oleh dokter diperlukan apabila terdapat tanda bahaya lainnya.


Cara Menstimulasi Bayi agar Belajar Merangkak

Orang tua dapat memberikan stimulasi yang menyenangkan tanpa memaksa bayi.

1. Rutin Melakukan Tummy Time

Lakukan tummy time setiap hari saat bayi dalam keadaan terjaga dan diawasi.

Mulailah beberapa menit setiap sesi, kemudian tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan bayi.


2. Letakkan Mainan di Depan Bayi

Tempatkan mainan favorit sedikit di luar jangkauan agar bayi terdorong untuk bergerak mencapainya.


3. Bermain di Lantai

Sediakan area bermain yang aman, bersih, dan cukup luas agar bayi bebas bergerak.


4. Kurangi Penggunaan Alat yang Membatasi Gerak

Gunakan stroller, car seat, atau baby bouncer sesuai kebutuhan, tetapi berikan kesempatan lebih banyak bagi bayi untuk bermain di lantai.


5. Berikan Dukungan dan Pujian

Tersenyum, mengajak bicara, dan memberikan semangat saat bayi mencoba bergerak dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.


Peran Baby Gym dalam Mendukung Perkembangan Motorik

Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah baby gym.

Baby gym berisi rangkaian aktivitas bermain yang dirancang sesuai usia bayi untuk membantu melatih koordinasi gerakan, keseimbangan, serta kemampuan motorik kasar melalui permainan yang menyenangkan.

Di Perina Mom and Baby Spa, layanan Baby Gym dilakukan oleh terapis yang telah mendapatkan pelatihan dan disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing bayi.

Perlu dipahami bahwa baby gym bukan terapi untuk mempercepat perkembangan secara instan, melainkan memberikan stimulasi yang sesuai usia sebagai bagian dari proses belajar bayi.


Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila:

  • Bayi belum dapat duduk tanpa bantuan pada usia yang sesuai.
  • Tubuh bayi tampak sangat kaku atau justru sangat lemas.
  • Bayi hanya menggunakan satu sisi tubuh saat bergerak.
  • Tidak menunjukkan usaha untuk bergerak sama sekali.
  • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki.
  • Orang tua memiliki kekhawatiran terhadap perkembangan bayi.

Dokter akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap tumbuh kembang bayi dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau intervensi lebih lanjut.


Tips Mendukung Perkembangan Motorik Bayi

Beberapa hal yang dapat dilakukan setiap hari antara lain:

  • Berikan kesempatan bermain aktif di lantai.
  • Batasi penggunaan gadget di sekitar bayi agar interaksi lebih optimal.
  • Berinteraksi langsung melalui permainan sederhana.
  • Berikan nutrisi yang sesuai dengan usia bayi.
  • Lakukan pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin.

Lingkungan yang aman dan penuh dukungan sangat penting untuk membantu bayi berkembang sesuai potensinya.


Kesimpulan

Bayi telat merangkak tidak selalu menandakan adanya gangguan tumbuh kembang. Setiap bayi berkembang dengan kecepatan yang berbeda, dan sebagian bahkan melewati fase merangkak sebelum mulai berjalan.

Orang tua dapat membantu dengan memberikan tummy time, mengajak bayi bermain di lantai, serta memberikan stimulasi yang sesuai usia. Jika keterlambatan merangkak disertai tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter agar bayi mendapatkan evaluasi yang tepat.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.


FAQ Seputar Bayi Telat Merangkak

Usia berapa bayi biasanya mulai merangkak?

Sebagian besar bayi mulai merangkak pada usia sekitar 7–10 bulan, meskipun variasi perkembangan masih dianggap normal.

Apakah bayi yang tidak merangkak akan mengalami gangguan perkembangan?

Tidak selalu. Beberapa bayi langsung belajar berdiri atau berjalan tanpa melalui fase merangkak yang panjang. Namun, perkembangan motorik tetap perlu dipantau secara keseluruhan.

Apakah baby gym bisa membuat bayi cepat merangkak?

Baby gym memberikan stimulasi yang sesuai usia untuk mendukung perkembangan motorik, tetapi tidak dapat menjamin bayi akan lebih cepat merangkak. Setiap bayi memiliki proses perkembangan yang berbeda.

Kapan bayi perlu diperiksa karena belum merangkak?

Apabila keterlambatan merangkak disertai keterlambatan perkembangan lain, tubuh sangat lemas atau kaku, atau orang tua memiliki kekhawatiran, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


Referensi

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Developmental Milestones.
  • World Health Organization. Nurturing Care for Early Childhood Development.
  • American Academy of Pediatrics. Motor Development in Infants and Young Children.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).