Bagi ibu menyusui, memahami cara menyimpan ASI dengan benar sangat penting agar Air Susu Ibu (ASI) tetap aman diberikan kepada bayi. Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas ASI sekaligus mengurangi risiko pertumbuhan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan si kecil.

Baik untuk ibu bekerja maupun ibu yang ingin memiliki stok ASI di rumah, mengetahui cara memerah, menyimpan, hingga mencairkan ASI merupakan bagian penting dari keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

“Breast milk is the ideal food for infants and provides all the nutrients they need in the first months of life.”
— World Health Organization (WHO)


Mengapa Cara Menyimpan ASI Itu Penting?

ASI mengandung berbagai nutrisi, antibodi, enzim, dan komponen bioaktif yang bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.

Namun, kualitas ASI dapat menurun apabila disimpan dengan cara yang kurang tepat, misalnya menggunakan wadah yang tidak bersih atau melebihi batas waktu penyimpanan yang dianjurkan.

Dengan penyimpanan yang benar, ASI tetap dapat diberikan kepada bayi dengan aman meskipun tidak langsung diminum setelah diperah.


Cara Menyimpan ASI yang Benar

Berikut beberapa langkah penting dalam menyimpan ASI.

1. Cuci Tangan Sebelum Memerah ASI

Sebelum memerah atau memindahkan ASI ke wadah penyimpanan, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Kebersihan tangan membantu mencegah kontaminasi bakteri pada ASI.


2. Gunakan Wadah yang Bersih

ASI dapat disimpan menggunakan:

  • Botol kaca khusus ASI.
  • Botol plastik bebas BPA.
  • Kantong penyimpanan ASI (breastmilk storage bag) yang memang dirancang untuk ASI.

Pastikan wadah dalam keadaan bersih dan tertutup rapat.


3. Beri Label Tanggal dan Jam

Tuliskan tanggal serta jam saat ASI diperah.

Label ini membantu orang tua menggunakan ASI yang paling lama disimpan terlebih dahulu (prinsip first in, first out).


4. Simpan dalam Porsi Sekali Minum

Simpan ASI dalam jumlah sesuai kebutuhan bayi, misalnya 60–120 ml per wadah.

Cara ini membantu mengurangi ASI yang terbuang karena ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya tidak dibekukan kembali.


5. Letakkan di Bagian Belakang Kulkas atau Freezer

Suhu di bagian belakang kulkas atau freezer cenderung lebih stabil dibandingkan bagian pintu.

Hindari menyimpan ASI di pintu kulkas karena suhu lebih sering berubah saat pintu dibuka.


Berapa Lama ASI Bisa Disimpan?

Lama penyimpanan ASI bergantung pada suhu penyimpanannya.

Secara umum:

  • Suhu ruang (≤25°C): hingga sekitar 4 jam (idealnya segera digunakan).
  • Cool box dengan ice pack: hingga 24 jam.
  • Kulkas (±4°C): hingga 4 hari.
  • Freezer dalam kulkas satu pintu: sekitar 2 minggu.
  • Freezer terpisah (dua pintu): sekitar 6 bulan.
  • Deep freezer (-18°C atau lebih rendah): hingga 12 bulan (kualitas terbaik bila digunakan dalam 6 bulan pertama).

Semakin cepat ASI digunakan, semakin baik kualitas nutrisi yang dapat dipertahankan.


Cara Mencairkan ASI Beku

ASI beku sebaiknya dicairkan secara bertahap.

Beberapa cara yang dianjurkan antara lain:

  • Pindahkan ASI dari freezer ke kulkas semalaman.
  • Rendam botol atau kantong ASI dalam air hangat (bukan air mendidih).
  • Alirkan wadah ASI di bawah air hangat.

Setelah cair, putar perlahan wadah ASI agar lapisan lemak tercampur kembali.

Hindari mengocok ASI terlalu kuat karena dapat memengaruhi beberapa komponen di dalamnya.


Hal yang Tidak Dianjurkan Saat Menyimpan ASI

Agar kualitas ASI tetap terjaga, hindari beberapa hal berikut.

1. Memanaskan ASI dengan Microwave

Microwave dapat menghasilkan panas yang tidak merata sehingga berisiko membuat sebagian ASI terlalu panas dan mengurangi kualitas beberapa komponen ASI.


2. Membekukan Kembali ASI yang Sudah Cair

ASI yang sudah dicairkan tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali.


3. Mencampurkan ASI Hangat dengan ASI yang Sudah Dingin

ASI yang baru diperah sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan ASI yang sudah berada di dalam kulkas.


4. Menggunakan Wadah yang Tidak Khusus untuk ASI

Gunakan wadah yang memang dirancang untuk penyimpanan ASI agar lebih aman dan higienis.


Tips Menjaga Produksi ASI Tetap Optimal

Selain mengetahui cara menyimpan ASI, ibu juga perlu menjaga produksi ASI dengan cara:

  • Menyusui atau memerah ASI secara rutin.
  • Memastikan pelekatan menyusu sudah benar.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Beristirahat semampunya.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Berkonsultasi apabila mengalami kendala menyusui.

Produksi ASI dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga setiap ibu dapat memiliki pengalaman menyusui yang berbeda.


Mengapa Memilih Perina Mom and Baby Spa?

Bagi ibu yang ingin mendapatkan pendampingan selama masa menyusui, Perina Mom and Baby Spa menyediakan layanan yang mendukung kenyamanan ibu sekaligus keberhasilan pemberian ASI.

Layanan yang tersedia meliputi:

  • Konseling Laktasi.
  • Pijat Oksitosin (Mother Flow).
  • Perawatan Ibu Nifas.
  • Pregnancy Massage.
  • Baby Massage.
  • Baby Care.
  • Home Care Mom & Baby.

Melalui layanan konseling laktasi, ibu dapat berkonsultasi mengenai berbagai tantangan menyusui, seperti pelekatan, posisi menyusui, teknik memerah ASI, cara menyimpan ASI, hingga pemberian ASI perah (ASIP) yang aman sesuai kebutuhan keluarga.

Selain layanan di studio, Perina juga menyediakan layanan home care, sehingga ibu dapat memperoleh pendampingan secara nyaman di rumah.


Kapan Harus Berkonsultasi dengan Konselor Laktasi?

Segera konsultasikan apabila ibu mengalami kondisi seperti:

  • ASI terasa sangat sedikit atau produksi menurun.
  • Bayi sulit menyusu.
  • Puting terasa sangat nyeri atau lecet.
  • Payudara bengkak atau terasa sangat nyeri.
  • Bingung mengenai penyimpanan atau pemberian ASIP.
  • Bayi berat badannya tidak bertambah sesuai pemantauan tenaga kesehatan.

Pendampingan sejak dini dapat membantu ibu menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.


Kesimpulan

Memahami cara menyimpan ASI merupakan bagian penting dari keberhasilan menyusui, terutama bagi ibu yang bekerja atau ingin menyiapkan stok ASIP. Penyimpanan yang benar membantu menjaga kualitas ASI sehingga bayi tetap mendapatkan nutrisi terbaik.

Di Perina Mom and Baby Spa, ibu tidak hanya mendapatkan layanan relaksasi, tetapi juga pendampingan melalui konseling laktasi dan pijat oksitosin untuk mendukung perjalanan menyusui dengan lebih nyaman dan percaya diri.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.


FAQ Seputar Cara Menyimpan ASI

Berapa lama ASI bertahan di suhu ruang?

ASI yang baru diperah dapat bertahan hingga sekitar 4 jam pada suhu ruang yang bersih (≤25°C). Sebaiknya ASI segera digunakan atau disimpan di kulkas apabila tidak langsung diberikan.

Bolehkah ASI yang sudah dicairkan dibekukan kembali?

Tidak. ASI yang sudah dicairkan tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali.

Bagaimana cara menghangatkan ASI yang benar?

Hangatkan ASI dengan merendam wadah dalam air hangat atau mencairkannya di kulkas terlebih dahulu. Hindari menggunakan microwave.

Apakah Perina menyediakan layanan konsultasi menyusui?

Ya. Perina menyediakan layanan Konseling Laktasi dan Pijat Oksitosin (Mother Flow) untuk membantu ibu mengatasi berbagai tantangan selama menyusui, termasuk teknik memerah dan menyimpan ASI.


Referensi

  • World Health Organization. Infant and Young Child Feeding.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Proper Storage and Preparation of Breast Milk.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pemberian ASI Eksklusif dan ASI Perah.