Setelah melahirkan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan. Mulai dari pegal di leher dan bahu akibat sering menggendong bayi, nyeri punggung karena menyusui dalam waktu lama, hingga kelelahan akibat kurang tidur. Tidak heran jika banyak ibu bertanya, “Ibu menyusui boleh pijat?”

Kabar baiknya, ibu menyusui boleh pijat selama dilakukan dengan teknik yang tepat, kondisi ibu sehat, dan tidak memiliki kontraindikasi tertentu. Bahkan, pijat dapat membantu ibu merasa lebih rileks sehingga lebih nyaman menjalani masa menyusui.

Namun, penting untuk memahami bahwa pijat bukanlah terapi untuk mengatasi semua masalah menyusui. Teknik pijatan, waktu pelaksanaan, dan kondisi kesehatan ibu tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya optimal.


Ibu Menyusui Boleh Pijat?

Ya, ibu menyusui boleh pijat. Hingga saat ini tidak ada bukti bahwa pijat yang dilakukan dengan benar dapat mengurangi kualitas maupun keamanan ASI.

Menurut World Health Organization (WHO), dukungan terhadap kesehatan fisik dan emosional ibu setelah melahirkan merupakan bagian penting dalam keberhasilan menyusui dan pemulihan pascapersalinan.

“Postnatal care is essential for the health and well-being of both the mother and the newborn.”
World Health Organization (WHO), WHO Recommendations on Maternal and Newborn Care for a Positive Postnatal Experience

Selama dilakukan oleh terapis yang memahami kondisi ibu menyusui, pijat dapat menjadi salah satu bentuk perawatan untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan.


Manfaat Pijat untuk Ibu Menyusui

Apabila dilakukan dengan teknik yang tepat, pijat dapat memberikan beberapa manfaat berikut.

1. Membantu Mengurangi Pegal Setelah Melahirkan

Menyusui, menggendong bayi, dan kurang tidur sering menyebabkan otot leher, bahu, punggung, serta pinggang menjadi tegang.

Pijatan lembut dapat membantu meredakan ketegangan tersebut sehingga tubuh terasa lebih nyaman.


2. Membantu Ibu Lebih Rileks

Masa nifas sering kali disertai perubahan emosi, kelelahan, dan adaptasi terhadap peran baru sebagai orang tua.

Pijat relaksasi dapat membantu ibu merasa lebih tenang sehingga kualitas istirahat menjadi lebih baik.


3. Mendukung Kenyamanan Selama Menyusui

Posisi menyusui yang dilakukan berulang kali dapat menyebabkan otot bahu dan punggung terasa kaku.

Dengan tubuh yang lebih rileks, ibu dapat menemukan posisi menyusui yang lebih nyaman.


4. Membantu Melancarkan Sirkulasi Darah

Gerakan pijatan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah pada area otot sehingga membantu proses pemulihan tubuh setelah persalinan.


5. Menjadi Bentuk Self-Care bagi Ibu

Merawat bayi memang penting, tetapi kesehatan ibu juga tidak boleh diabaikan.

Meluangkan waktu untuk melakukan pijat dapat menjadi salah satu bentuk self-care agar ibu tetap sehat secara fisik maupun emosional.


Apakah Pijat Bisa Melancarkan ASI?

Banyak yang mengaitkan pijat dengan produksi ASI.

Perlu dipahami bahwa pijat tidak secara langsung meningkatkan produksi ASI. Produksi ASI terutama dipengaruhi oleh seringnya bayi menyusu atau ASI diperah, serta hormon prolaktin dan oksitosin.

Namun, pijat relaksasi dapat membantu ibu merasa lebih nyaman dan mengurangi stres. Kondisi tubuh yang lebih rileks dapat mendukung refleks pengeluaran ASI (let-down reflex) pada sebagian ibu.

Apabila ibu mengalami masalah menyusui, seperti ASI terasa sedikit atau bayi sulit menyusu, sebaiknya konsultasikan dengan konselor laktasi, bidan, atau dokter.


Kapan Ibu Menyusui Boleh Mulai Dipijat?

Secara umum, ibu dapat mulai menjalani pijat setelah kondisi tubuh cukup stabil pascapersalinan.

Waktu yang tepat dapat berbeda pada setiap ibu, tergantung:

  • Jenis persalinan (normal atau operasi sesar).
  • Kondisi kesehatan ibu.
  • Proses pemulihan luka.
  • Anjuran dari dokter atau bidan.

Apabila ibu menjalani operasi sesar, pastikan luka operasi telah mendapatkan penilaian dari tenaga kesehatan sebelum menjalani pijat.


Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pijat

Agar aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut.

Pilih Terapis yang Berpengalaman

Pastikan pijat dilakukan oleh terapis yang memahami anatomi tubuh ibu pascamelahirkan dan teknik pijat yang aman untuk ibu menyusui.


Hindari Tekanan Berlebihan pada Payudara

Area payudara tidak memerlukan tekanan yang kuat karena dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau bahkan cedera jaringan.


Gunakan Posisi yang Nyaman

Posisi miring atau setengah duduk biasanya lebih nyaman bagi ibu menyusui dibandingkan tengkurap, terutama pada awal masa nifas.


Beritahu Kondisi Kesehatan kepada Terapis

Sampaikan apabila ibu mengalami:

  • Demam.
  • Mastitis.
  • Luka operasi yang belum sembuh.
  • Perdarahan yang masih banyak.
  • Nyeri hebat.
  • Kondisi medis tertentu.

Dengan demikian, terapis dapat menyesuaikan atau menunda pijatan bila diperlukan.


Kapan Ibu Menyusui Sebaiknya Menunda Pijat?

Pijat sebaiknya ditunda apabila ibu mengalami:

  • Demam.
  • Mastitis atau infeksi payudara.
  • Perdarahan nifas yang tidak normal.
  • Luka operasi yang belum pulih.
  • Infeksi kulit pada area yang akan dipijat.
  • Kondisi medis tertentu yang belum mendapat izin dokter.

Apabila ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.


Layanan Postnatal Massage di Perina Mom and Baby Spa

Di Perina Mom and Baby Spa, tersedia layanan Postnatal Massage yang dirancang khusus untuk membantu ibu menjalani masa pemulihan setelah melahirkan.

Sebelum sesi dimulai, terapis akan melakukan konsultasi mengenai jenis persalinan, usia nifas, kondisi kesehatan, serta keluhan yang dirasakan. Teknik pijatan dilakukan secara lembut dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ibu.

Selain membantu tubuh terasa lebih rileks, layanan ini juga bertujuan mendukung kenyamanan ibu selama menjalani masa nifas dan menyusui.


Tips Agar Ibu Tetap Nyaman Selama Menyusui

Selain melakukan pijat, beberapa kebiasaan berikut juga dapat membantu ibu merasa lebih nyaman:

  • Gunakan posisi menyusui yang ergonomis.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Istirahat setiap kali ada kesempatan.
  • Jangan ragu meminta bantuan pasangan atau keluarga dalam merawat bayi.

Merawat diri sendiri merupakan bagian penting dari proses menjadi ibu yang sehat.


Kesimpulan

Ibu menyusui boleh pijat selama dilakukan dengan teknik yang aman, oleh terapis yang berpengalaman, dan sesuai dengan kondisi kesehatan ibu. Pijat dapat membantu mengurangi pegal, memberikan rasa rileks, serta mendukung kenyamanan selama masa menyusui.

Namun, pijat bukanlah pengobatan untuk masalah produksi ASI maupun kondisi medis tertentu. Jika ibu mengalami keluhan kesehatan atau gangguan menyusui, segera konsultasikan dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.


FAQ Seputar Ibu Menyusui Boleh Pijat

Apakah pijat dapat mengurangi kualitas ASI?

Tidak. Hingga saat ini tidak ada bukti bahwa pijat yang dilakukan dengan benar dapat mengurangi kualitas maupun keamanan ASI.

Apakah ibu menyusui boleh dipijat setiap hari?

Frekuensi pijat dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh ibu. Tidak harus dilakukan setiap hari.

Apakah area payudara boleh dipijat?

Area payudara memerlukan teknik khusus dan tidak boleh dipijat dengan tekanan yang kuat. Jika diperlukan pijat laktasi, sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang telah terlatih.

Apakah ibu setelah operasi sesar boleh dipijat?

Boleh, tetapi sebaiknya setelah mendapatkan izin dari dokter atau bidan dan kondisi luka operasi sudah cukup pulih.


Referensi

  • World Health Organization. WHO Recommendations on Maternal and Newborn Care for a Positive Postnatal Experience.
  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Postpartum Care.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Pemberian ASI Eksklusif.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).
  • Academy of Breastfeeding Medicine. Clinical Protocols for Breastfeeding Management.