Bagi orang tua baru, merawat tali pusat bayi sering kali menjadi salah satu hal yang paling membuat khawatir. Tidak sedikit yang takut memegang area pusar karena khawatir menyakiti bayi atau menyebabkan infeksi.

Padahal, perawatan tali pusat sebenarnya cukup sederhana. Yang terpenting adalah menjaga area tali pusat tetap bersih, kering, dan membiarkannya lepas secara alami.

Lalu, bagaimana cara merawat tali pusat bayi yang benar? Kapan tali pusat akan lepas? Dan tanda apa saja yang perlu diwaspadai? Simak penjelasan lengkap berikut.


Apa Itu Tali Pusat Bayi?

Tali pusat bayi adalah saluran yang menghubungkan janin dengan plasenta selama berada di dalam kandungan. Melalui tali pusat inilah bayi mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.

Setelah bayi lahir, tali pusat dipotong dan disisakan sekitar 2–3 sentimeter yang disebut tunggul tali pusat (umbilical cord stump). Bagian ini akan mengering, berubah warna menjadi kecokelatan atau kehitaman, kemudian lepas dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Menurut World Health Organization (WHO), perawatan tali pusat yang bersih dan kering merupakan cara terbaik untuk membantu proses penyembuhan sekaligus mencegah infeksi pada bayi baru lahir.

“Clean, dry cord care is recommended for newborns born in health facilities and at home in settings with low neonatal mortality.”
World Health Organization (WHO), Recommendations on Newborn Health

Artinya, WHO merekomendasikan perawatan tali pusat dengan menjaga kebersihan dan kekeringannya, baik pada bayi yang lahir di fasilitas kesehatan maupun di rumah pada wilayah dengan angka kematian neonatal yang rendah.


Kapan Tali Pusat Bayi Lepas?

Pada umumnya, tali pusat bayi akan lepas dengan sendirinya dalam waktu 1–3 minggu setelah lahir.

Lama waktu pelepasan dapat berbeda pada setiap bayi. Beberapa bayi mengalami tali pusat lepas dalam waktu sekitar 7 hari, sementara yang lain memerlukan waktu hingga 21 hari.

Selama tidak terdapat tanda infeksi, perbedaan waktu ini masih tergolong normal.


Cara Merawat Tali Pusat Bayi

Perawatan yang tepat membantu mengurangi risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

1. Jaga Tali Pusat Tetap Bersih dan Kering

Biarkan tali pusat terkena udara agar lebih cepat mengering.

Apabila terkena air saat memandikan bayi, keringkan secara perlahan menggunakan kain bersih atau kasa steril.


2. Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Bayi

Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum merawat tali pusat atau mengganti popok.


3. Lipat Popok di Bawah Tali Pusat

Pastikan popok tidak menutupi tunggul tali pusat agar area tersebut tetap kering dan tidak terus-menerus bergesekan dengan popok.


4. Hindari Mengoleskan Bahan Tertentu

Jangan mengoleskan alkohol, bedak, minyak, ramuan tradisional, kopi, atau bahan lain pada tali pusat, kecuali atas anjuran tenaga kesehatan.

Perawatan modern lebih menekankan metode dry cord care, yaitu membiarkan tali pusat mengering secara alami.


5. Jangan Memaksa Mencabut Tali Pusat

Meskipun tampak hampir lepas, jangan menarik atau mencabut tali pusat. Biarkan lepas dengan sendirinya untuk mengurangi risiko perdarahan dan infeksi.


Apakah Bayi Boleh Dimandikan Sebelum Tali Pusat Lepas?

Ya, bayi tetap boleh dimandikan.

Saat ini, bayi baru lahir dapat dimandikan dengan cara yang aman selama suhu tubuh stabil. Setelah mandi, pastikan area tali pusat segera dikeringkan dengan lembut agar tidak lembap.

Apabila orang tua masih merasa khawatir, bayi juga dapat dibersihkan menggunakan waslap hangat (sponge bath) hingga tali pusat lepas.


Tanda Tali Pusat Bayi Akan Lepas

Sebelum lepas, tali pusat biasanya mengalami beberapa perubahan, seperti:

  • Warna berubah dari kekuningan menjadi cokelat atau hitam.
  • Tekstur menjadi lebih keras dan kering.
  • Ukurannya semakin mengecil.
  • Bagian pangkal mulai terlepas sedikit demi sedikit.

Perubahan ini merupakan proses normal penyembuhan.


Tanda Bahaya pada Tali Pusat Bayi

Segera konsultasikan dengan dokter apabila tali pusat bayi menunjukkan salah satu tanda berikut:

  • Kemerahan yang meluas di sekitar pusar.
  • Keluar nanah.
  • Berbau tidak sedap.
  • Perdarahan yang tidak berhenti.
  • Bayi demam.
  • Bayi tampak lemas atau tidak mau menyusu.
  • Area sekitar pusar tampak bengkak dan terasa hangat.

Gejala-gejala tersebut dapat mengarah pada omfalitis, yaitu infeksi pada tali pusat yang memerlukan penanganan medis segera.


Setelah Tali Pusat Lepas, Apakah Normal Jika Ada Sedikit Darah?

Ya.

Setelah tali pusat bayi lepas, terkadang muncul sedikit bercak darah pada popok atau pakaian bayi. Hal ini biasanya normal dan akan berhenti dalam waktu singkat.

Namun, apabila perdarahan terus berlangsung atau jumlahnya cukup banyak, segera bawa bayi ke dokter.


Apakah Baby Massage Boleh Dilakukan Sebelum Tali Pusat Lepas?

Baby massage umumnya ditunda hingga tali pusat telah lepas dan area pusar sembuh dengan baik, terutama untuk pijatan pada area perut.

Di Perina Mom and Baby Spa, keamanan dan kenyamanan bayi menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap bayi akan melalui skrining sederhana sebelum mendapatkan layanan. Terapis juga akan menyesuaikan teknik pijat dengan usia serta kondisi bayi, termasuk memastikan tali pusat telah sembuh sebelum melakukan pijatan di area tertentu.


Tips Merawat Bayi Selama Tali Pusat Belum Lepas

Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua antara lain:

  • Pilih pakaian yang longgar dan berbahan lembut.
  • Hindari menggosok area pusar.
  • Ganti popok secara rutin agar area tetap bersih.
  • Perhatikan adanya perubahan warna atau bau pada tali pusat.
  • Tetap lakukan kontrol ke tenaga kesehatan sesuai jadwal.

Kesimpulan

Tali pusat bayi merupakan sisa penghubung antara bayi dan plasenta yang akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar 1–3 minggu setelah lahir.

Perawatan terbaik adalah menjaga tali pusat tetap bersih, kering, dan tidak mengoleskan bahan apa pun tanpa anjuran tenaga kesehatan. Apabila muncul kemerahan, nanah, bau tidak sedap, atau bayi tampak tidak sehat, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.


FAQ Seputar Tali Pusat Bayi

Berapa lama tali pusat bayi lepas?

Umumnya antara 7–21 hari setelah lahir, meskipun waktunya dapat berbeda pada setiap bayi.

Apakah tali pusat boleh terkena air?

Boleh. Yang terpenting adalah segera mengeringkannya dengan lembut setelah mandi agar tidak lembap.

Apakah normal jika tali pusat mengeluarkan sedikit darah saat lepas?

Ya. Sedikit bercak darah biasanya masih normal. Namun, jika perdarahan tidak berhenti atau semakin banyak, segera periksakan ke dokter.

Kapan bayi boleh melakukan baby massage?

Baby massage umumnya dapat dilakukan setelah tali pusat lepas dan area pusar telah sembuh dengan baik. Konsultasikan terlebih dahulu apabila orang tua masih ragu mengenai kondisi bayi.


Referensi

  • World Health Organization. WHO Recommendations on Newborn Health: Guidelines Approved by the WHO Guidelines Review Committee.
  • World Health Organization. Postnatal Care of the Mother and Newborn.
  • American Academy of Pediatrics. HealthyChildren.org – Umbilical Cord Care.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Perawatan Bayi Baru Lahir.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).