Menyusui merupakan momen berharga bagi ibu dan bayi. Namun, di balik proses tersebut, sebagian ibu dapat mengalami berbagai keluhan pada payudara, salah satunya adalah mastitis. Kondisi ini sering membuat payudara terasa nyeri, bengkak, bahkan disertai demam sehingga aktivitas menyusui menjadi tidak nyaman.

Kabar baiknya, mastitis dapat ditangani dengan baik apabila dikenali sejak dini. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu menyusui untuk memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Payudara yang sehat mendukung proses menyusui yang nyaman. Mengenali tanda-tanda mastitis sejak dini membantu ibu mendapatkan penanganan yang tepat sehingga tetap dapat memberikan ASI dengan tenang kepada buah hati.

Apa Itu Mastitis?

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang paling sering terjadi pada ibu menyusui. Peradangan ini dapat disebabkan oleh penumpukan ASI (milk stasis) dan terkadang disertai infeksi bakteri.

Mastitis paling sering terjadi dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan, tetapi kondisi ini juga dapat muncul kapan saja selama masa menyusui.

Penyebab Mastitis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mastitis antara lain:

1. ASI Tidak Keluar dengan Optimal

Payudara yang terlalu penuh karena ASI tidak dikeluarkan secara optimal dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat dan memicu peradangan.

2. Pelekatan Menyusui yang Kurang Tepat

Jika bayi tidak menyusu dengan posisi yang baik, pengosongan payudara menjadi kurang efektif sehingga risiko mastitis meningkat.

3. Puting Lecet

Luka atau lecet pada puting dapat menjadi pintu masuk bakteri ke jaringan payudara.

4. Jadwal Menyusui yang Berubah

Melewatkan jadwal menyusui atau pumping dalam waktu lama dapat menyebabkan payudara menjadi sangat penuh.

5. Kelelahan dan Kurang Istirahat

Kondisi fisik ibu yang kelelahan dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga lebih rentan mengalami mastitis.

Gejala Mastitis

Beberapa gejala mastitis yang sering muncul meliputi:

  • Payudara terasa nyeri.
  • Payudara tampak kemerahan.
  • Bengkak pada salah satu bagian payudara.
  • Payudara terasa hangat saat disentuh.
  • Muncul benjolan yang terasa nyeri.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Tubuh terasa lemas seperti sedang flu.

Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat berkembang dalam waktu singkat.

Apakah Ibu Tetap Boleh Menyusui Saat Mastitis?

Ya, pada sebagian besar kasus ibu tetap dianjurkan untuk melanjutkan menyusui atau mengeluarkan ASI, kecuali dokter memberikan anjuran lain.

Mengosongkan payudara secara teratur justru membantu mengurangi penumpukan ASI yang menjadi salah satu penyebab mastitis.

ASI tetap aman diberikan kepada bayi meskipun ibu mengalami mastitis, selama tidak ada kondisi medis tertentu yang melarang.

Cara Mengatasi Mastitis

Penanganan mastitis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa langkah yang biasanya dianjurkan antara lain:

1. Tetap Menyusui atau Memompa ASI

Pengosongan payudara secara rutin membantu mengurangi penumpukan ASI.

2. Perbaiki Posisi dan Pelekatan Menyusui

Pastikan bayi melekat dengan baik agar ASI dapat keluar lebih efektif.

3. Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan waktu untuk melawan peradangan dan mempercepat pemulihan.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Cairan yang cukup membantu menjaga kondisi tubuh selama menyusui.

5. Kompres Hangat

Kompres hangat sebelum menyusui dapat membantu memberikan rasa nyaman pada payudara.

Apabila mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Karena itu, penting untuk tidak mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran tenaga medis.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila:

  • Demam tinggi.
  • Nyeri payudara semakin berat.
  • Gejala tidak membaik dalam 24–48 jam setelah melakukan perawatan awal.
  • Muncul nanah dari payudara.
  • Teraba benjolan yang semakin besar.
  • Tubuh terasa sangat lemas.

Penanganan yang tepat dapat mencegah terbentuknya abses payudara yang mungkin memerlukan tindakan lebih lanjut.

Apakah Breast Care Bisa Mengatasi Mastitis?

Breast care bukan pengobatan untuk mastitis. Apabila ibu mengalami mastitis, terutama yang disertai demam atau diduga infeksi, pemeriksaan oleh dokter tetap menjadi langkah utama.

Namun, setelah kondisi akut membaik dan sesuai anjuran dokter, perawatan payudara dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan serta kesehatan payudara selama masa menyusui.

Breast Care di Perina Mom and Baby Spa

Di Perina Mom and Baby Spa, kami menyediakan layanan Breast Care untuk membantu ibu menjaga kenyamanan payudara selama masa menyusui.

Layanan ini dilakukan oleh terapis berpengalaman dengan teknik yang lembut serta disertai edukasi mengenai:

  • Perawatan payudara selama menyusui.
  • Cara menjaga kebersihan payudara.
  • Tips menyusui yang nyaman.
  • Edukasi dasar mengenai pengosongan payudara.

Apabila selama konsultasi ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada mastitis atau kondisi medis lainnya, kami akan menyarankan ibu untuk segera berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani treatment.

Cara Mencegah Mastitis

Beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko mastitis antara lain:

  • Menyusui sesuai kebutuhan bayi.
  • Tidak menunda menyusui atau pumping saat payudara terasa penuh.
  • Memastikan pelekatan menyusui sudah benar.
  • Mengganti posisi menyusui secara berkala.
  • Menjaga kebersihan payudara.
  • Mengatasi puting lecet sedini mungkin.
  • Istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi.

Kesimpulan

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang cukup sering dialami oleh ibu menyusui. Kondisi ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, kemerahan, dan terkadang disertai demam.

Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. Jika ibu mengalami gejala mastitis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Setelah kondisi membaik, perawatan payudara dan edukasi menyusui dapat membantu menjaga kenyamanan selama masa menyusui.

Hubungi kami hari ini untuk reservasi dan berikan hadiah terbaik untuk kesehatan keluarga Anda!

Booking dengan mudah melalui website resmi Perina Mom and Baby Spa atau hubungi WhatsApp untuk konsultasi dan reservasi treatment si kecil.